oleh

Mengaku Khilaf, TikTokers Hina Palestina Ditahan di Mapolda NTB

Online – Kreator media sosial TikTok alias TikTokers berinisial UC (23), pengunggah konten video yg diduga menghina Palestina ditahan di Mapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penahanan UC berdasarkan hasil gelar perkara & sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik,” mengatakan Kanit I Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKP Priyo Suhartono, Senin (17/5/2021).

Priyo mengatakan, teersangka UC yg bekerja sebagai petugas kebersihan di lembaga pendidikan asal Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menjalani penahanan di Rutan Polda NTB sejak Sabtu (15/5/2021) lalu.

Dari hasil pemeriksaan kepada tersangka, dijelaskan bahwa konten video yg diunggah tersangka UC melalui akun TikTok @ucokbangcok sudah memenuhi unsur pidana yg bermuatan SARA.

“Jadi, unsur pidananya sudah terpenuhi. Sekarang tinggal menunggu keterangan ahli,” ujarnya.

Priyo mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, apalagi menanggapi isu sensitif, kemudian menjadikannya sebagai bahan candaan.

Kepada petugas, tersangka UC menyampaikan permintaan maaf. Dia mengaku khilaf & tidak mengetahui secara jelas masalah yg sedang terjadi di Palestina.

“Saya mengaku khilaf. Dalam pemberitaan itu saya salah paham. Saya kira Palestina menyerang Israel duluan. Makanya, saya buat konten seperti itu. Saya menyesal & minta maaf. Mohon dimaafkan,” mengatakan UC.(inews.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *