oleh

Menag apresiasi gelaran muktamar pemikiran di UIN Tulungagung

Menteri Agama Yaqut Qoulil Qoumas atau Gus Yaqut (kiri) berbicara di sesi seminar dosen IKA PMII bertema “Indonesia Emas: Isu & Tantangan Masa Kini” di UIN Sayyid ali Rahmatullah, “Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Tulungagung, Jatim (ANTARA) – Menteri Agama Yaqut Qoulil Qoumas berharap perhelatan Muktamar Pemikiran perdana yg digelar Forum Dosen PMII di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), Jawa Timur, dapat jadi ajang desiminasi ide intelektual NU untuk kemajuan bangsa Indonesia.

beincash

“Muktamar ini selain jadi ajang reuni dosen-dosen yg dulu aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), menyatukan ‘tulang-tulang yg berserakan’, tentu juga wadah bersama kaum intelektual NU dalam mendesiminasi gagasan-gagasan yg tentu tidak cuma bermanfaat bagi PMII & NU, tetapi bermanfaat juga untuk Indonesia,” mengatakan Menteri Agama yg akrab disapa Gus Yaqut usai mengisi seminar pemikiran di UIN SATU, Tulungagung, Selasa.

Saat jadi narasumber tunggal dalam seminar pemikiran bertema “Indonesia Emas: Isu & Tantangan Masa Kini” di gedung Arief Muttaqien UIN SATU tersebut, Gus Yaqut menegaskan bahwa sinergitas antara kalangan akademisi dengan pemerintah sangat diperlukan.

Kementerian Agama yg saat ini dipimpinnya bahkan terbuka dalam menampung setiap ide baik yg diaspirasikan dari lingkungan kampus. Termasuk yg saat ini dipelopori oleh forum dosen alumni PMII dalam menyongsong generasi Indonesia Emas yg diprediksi mengalami bonus demografi pada 2045.

Baca juga: Menag siapkan buku program prioritas Kemenag 2021-2024 untuk jajaran

Baca juga: Yaqut minta tiap acara di Kemenag diisi doa semua agama

“Memang yg kita butuhkan saat ini adalah sinergitas. Anda-anda yg mikir formulasi gagasan-nya seperti apa, nanti kita (pemerintah) yg mengeksekusi-nya,” ujar Gus Yaqut dengan nada seloroh yg langsung disambut riuh peserta seminar yg didominasi dosen PMII.Menteri Agama Yaqut Qoulil Qoumas atau Gus Yaqut (kedua kiri) menerima cenderamata lukisan dirinya dalam format warna hitam/putih di acara Muktamar Pemikiran Dosen PMII di UIN Sayyid ali Rahmatullah, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). ANTARAFOTO/Destyan Sujarwoko.
Menag yg masih aktif sebagai Ketua Umum GP Ansor ini berharap tradisi muktamar pemikiran dapat terus dilanjutkan. Khususnya di kalangan PMII yg menurutnya perlu mulai memetakan potensi kader supaya tersalurkan sesuai kapasitas & kemampuan untuk didorong menempati posisi strategis di pemerintahan.

“Saya kira sudah saatnya PMII mulai membangun tradisi ‘mapping’ kader-nya, supaya ke depan dapat lebih berkembang & berkontribusi dalam membangun bangsa ini,” tutur-nya.

Baca juga: Menteri Agama ajak sivitas UINSA teladani dakwah moderat Sunan Ampel

Seminar yg berlangsung kurang lebih satu jam itu pun berlangsung gayeng, karena Gus Yaqut banyak berbicara yg diselingi seloroh segar yg menurutnya memang jadi ciri khas intelektual NU.

Usai mengisi seminar, Gus Yaqut diminta rektorat UIN SATU untuk meresmikan gedung perpustakaan salah satu kampus Islam terbesar di Jawa Timur itu, yg ditandai dengan penandatanganan prasasti & pengguntingan pita di depan pintu masuk perpustakaan.

Muktamar Pemikiran yg digelar Forum Dosen PMII itu dimulai sejak Senin (5/4) & dijadwalkan berakhir pada Rabu (7/4) yg ditutup dengan pembacaan poin-poin rekomendasi hasil muktamar yg diikuti ratusan dosen dari berbagai kampus di Tanah Air itu.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2084758/menag-apresiasi-gelaran-muktamar-pemikiran-di-uin-tulungagung

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *