Screenshot 20200821 180745 -
in

Megawati pamer buku agar calon kepala daerah paham politik kebangsaan

Tangkapan layar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan kepada 129 calon kepala daerah yg mengikuti Sekolah Partai PDIP secara virtual, di Jakarta, Jumat (21/8/2020). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memamerkan sejumlah buku sebagai pedoman calon kepala daerah & wakil kepala daerah supaya mengetahui politik kebangsaan, persamaan gender, hingga sejarah perjuangan serta kejayaan negeri ini.

Advertisements

Buku-buku yg dipamerkan itu di antaranya Di bawah Bendera Revolusi, Mustika Rasa, Indonesia Menggugat hingga Sarinah.

“Buku-buku wajib yg coba nanti diarahkan ke buku ini untuk dibaca. Seperti buku Di bawah Bendera Revolusi,” mengatakan Megawati saat membuka Sekolah Partai Calon Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah gelombang perdana melalui telekonferensi, di Jakarta, Jumat.

Megawati menceritakan pengalamannya dari hasil diskusi dengan anak muda. Anak muda itu, mengatakan Megawati, merasa kepemimpinan Bung Karno cuma kebetulan karena duduk sebagai presiden perdana saat Indonesia merdeka.

“Saya bilang ke dia anda carilah ke perpustakaan, dengan sinis dia bilang bahwa dia (Bung Karno) itu cuma orang biasa yg sebetulnya kebetulan sebagai presiden pertama. Saya bilang ke dia, itu namanya bodoh kalau anda mau jadi pintar baca dulu perjuangan dia apa. Itu fakta sejarah,” jelas Megawati.

Baca juga: Megawati minta calon kepala daerah PDIP tiru kepemimpinan Jokowi

Presiden Kelima RI ini juga meminta calon pemimpin untuk membaca buku Sarinah. Bagi kaum perempuan, buku ini akan menciptakan pikiran terbuka apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini yg mengungkap data meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada wanita & anak-anak.

Bagi laki-laki, menurut Megawati, buku Sarinah dapat mengingatkan kodratnya untuk melindungi perempuan & anak-anak. Buku ini juga dapat mengilhami calon pemimpin untuk menyelesaikan KDRT & isu stunting kepada anak-anak.

Selain itu, Buku Lahirnya Pancasila juga harus dibaca supaya mengetahui mengapa filsafat bernegara itu lahir. Putri Proklamator RI Bung Karno ini mengatakan bahwa sang ayah pernah membawakan pidato tersebut di Sidang PBB yg mendapat tepuk tangan serta dikagumi dunia.

Buku-buku itu, menurut Megawati, dapat menghilangkan kekeringan pikiran bagi calon pemimpin.

“Bagaimana kalian akan mempunyai inspirasi kalau dalam pikiran kalian tidak ada isinya,” jelas Megawati.

Megawati mengatakan, sebagai partai yg menjadikan Bung Karno sebagai model pemimpin, ada kesedihan mendalam ketika kader PDI Perjuangan diambil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Megawati mengatakan sebagai pihak yg mendirikan KPK & juga Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, bukannya kader PDIP semakin disiplin & bersih, justru ada yg ditangkap.

Baca juga: Megawati harapkan calon kepala daerah PDIP contoh Risma

“Belum lagi ini, buku ketika Bung Karno itu membacakan gugatannya ketika akan dimasukkan ke penjara. Makanya terkenal dengan nama Indonesia Menggugat. Mencapai Indonesia merdeka, mengapa Indonesia harus merdeka, mengapa kalian dapat jadi pemimpin, kalau tidak merdeka, apakah kalian dapat jadi pemimpin. Tidak dapat! Kalian cuma jadi budak, karena pada waktu itu dijajah 350 tahun. Apakah itu tidak menyedihkan?” mengatakan Megawati.

Dia juga mengangkat buku Mustika Rasa yg disusun Bung Karno terkait tipe makanan & kekayaan rempah-rempah nusantara. Buku ini disusun selama beberapa tahun yg mengandung betapa kayanya rempah-rempah Indonesia.

“Setelah buku ini apakah ada buku lainnya, enggak ada. Jadi bukannya saya itu sombong, atau apa. Kenapa sih para pemimpin kita ini snagat sulit untuk kreatif, saya minta mereka yg datang dari PDIP harus kreatif, jangan sombong,” ujarnya.

Baca juga: Megawati ingatkan calon kepala daerah tak lecehkan rekomendasi PDIP

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1681430/megawati-pamer-buku-agar-calon-kepala-daerah-paham-politik-kebangsaan

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0