oleh

Mantan Pendiri OPM Nicholas Youwe Ini Tegaskan Veronica Koman Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papua

Online – Mantan tokoh senior pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicholas Youwemenegaskan Veronica Koman yg sering memprovokasi dari pelariannya di Australia, sama sekali tidak punya hak untuk bicara masalah Papua. Veronica Koman bukan orang Papua. Dia tidak lebih dari seorang provokator.

Dalam siaran persnya yg diterima Koran Jakarta, Jumat (7/5), Nicholas Youwe mengatakan, dalam kondisi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Indonesia di dalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yg selaku memprovokasi masyarakat, supaya menghentikan aktifitasnya. “Anda cuma mencari keuntungan atas kekisruhan ini,” tegasnya.

Hal ini dihinggakan Nicholas Youwedalam acara webinardengan tema Memahami Papua, serta Upaya Penyelesaian Secara Kolaborarif & Holistik, di Jakarta, yg diselenggarakan Indonesia Publik Institute (IPI), Kamis (6/5).

Hadir dalam webinar sejumlah aktifis dalam & luar negeri, para tokoh Papua, di antaranya mantan Menteri Luar Negeri OPM selama 15 tahun Nicholas Youwe yg sudah menyatakan kesetiaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama Nick Messet sejak tahun 2010.

Bertindak sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Bobby Aditya Rizaldi anggota komisi I DPR; Muhammad AS Hikam MA (pengamat politik Presiden University), Komisaris Jenderal Polisi Paulus Waterpauw (Kepala Badan Intelijen & Pengamanan Polisi Republik Indonesia), Dr Jaleswari Pramodawardhani (Deputi V Bidang Politik Hukum Pertahanan Keamanan & Hak Azasi Manusia Kantor Staf Presiden) & Billy Mambrasar (Staf Khusus Presiden).

“Saya harap, Anda Veronica Koman jangan campuri lagi urusan Papua. Anda adalah provokator yg pengecut bersembunyi di luar negeri,” ucap Nicholas.

Veronica Koman diketahui setelah terjadinya demonstrasi di Papua yg dipicu oleh insiden rasis di Surabaya, pada 4 September 2019. Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh sudah mengerjakan penghasutan & memprovokasi melalui media sosial, saat ini berada dalam pelariannya di Australia.

Menurut Nicholas Youwe, masih ada kelompok kriminal di Papua, tetapi eksistensinya sudah semakin melemah yaitu OPM tersebar dalam empat faksi, yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yg presidennya Victor Yeimo.

Kemudian, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dengan presiden Benny Wenda, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) dipimpin Jeffrey Bolmanak & Kelompok Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) yg presidennya Forkorus Yaboisembut.

“Sekarang dengan pendekatan anthropologi budaya yg dilakukan Pemerintah Pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat & hak-hak masyarakat adat di Papua, harus jadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan,” pungkas Nicholas Youwe.(koran-jakarta.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *