IMG 20200824 001620 -
in

Mantan Ketua MK menilai banyak parpol terjebak politik dinasti

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie saat diskusi daring “Bernegara Seri-1 (Refleksi & Proyeksi 75 Tahun INDONESIA: Berpolitik, Bernegara, Berkonstitusi)”, Minggu (24/8/2020) malam. (HO-Tangkapan layar diskusi daring)

Tidak jadi pemberi & penyumbang kemajuan peradaban bangsaJakarta (ANTARA) – Banyak partai politik yg muncul pada perjalanan reformasi pada akhirnya justru terjebak pada oligarki & politik dinasti, mengatakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie.

Advertisements

“Ada problem internal di dalam partai-partai, partai yg lahir di era reformasi,” mengatakan Jimly, saat diskusi daring “Bernegara Seri-1 (Refleksi & Proyeksi 75 Tahun INDONESIA: Berpolitik, Bernegara, Berkonstitusi)”, Minggu (23/8) malam.

Sebenarnya, Jimly menjelaskan reformasi itu merupakan upaya untuk membalikkan keadaan yg kecenderungannya negatif supaya kembali baik, seperti Orde Lama dikoreksi Orde Baru, kemudian Orde Baru dikoreksi oleh Reformasi setelah 32 berjalan.

Memasuki perjalanan reformasi, mengatakan dia, muncul partai-partai yg mengusung “democracy of law”, tetapi dalam praktiknya justru berbeda.

Menurut dia, kebanyakan partai yg masih saja dipimpin oleh tokoh-tokoh tua sehingga mengalami gerontokrasi.

Dikhawatirkan, mengatakan Jimly, kecenderungannya pergantian kepemimpinan di parpol akan semakin panjang.

Baca juga: Anggota DPR soroti penyebab munculnya dinasti politik dalam pilkada

Meski banyak tokoh muda yg sekarang ini ditunjuk jadi menteri, mengatakan dia, namun pada dasarnya parpol yg dipimpin golongan tua yg menentukan karena mereka adalah petugas partai.

“Sementara, partai mengalami gerontokrasi & di dalam dirinya berubah jadi dinasti-dinasti politik. Muncul keluarga-keluarga tertentu jadi oligarki-oligarki politik yg berkolaborasi karena makin mahalnya demokrasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jimly mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berpikir pragmatis, tetapi berperan memajukan bangsa melalui berbagi ide & impian untuk Indonesia yg lebih baik.

“Kalau kita biarkan dengan sikap pragmatis, kita biarkan yg terjadi sekarang. Semua orang semangatnya cuma mengambil, rebutan jabatan mana yg dapat diambil, jadi medioker, generasi pengambil, generasi peminta-minta, generasi penerima. Tidak jadi pemberi & penyumbang kemajuan peradaban bangsa,” katanya.

Baca juga: Hasto sebut tudingan politik dinasti untuk Gibran tak mendasar
Baca juga: Pengamat ingatkan politik dinasti hambat demokrasi
Baca juga: Presiden Jokowi bantah langgengkan dinasti politik

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1684114/mantan-ketua-mk-menilai-banyak-parpol-terjebak-politik-dinasti

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0