oleh

Mantan Dansatsel bantah terkena radiasi serbuk besi kapal selam

Mantan Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (dua kiri) bersama Asrena Kasal Laksda TNI Muhammad Ali (tiga kiri) saat jumpa pers di RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). ANTARA/Syaiful Hakim

Jakarta (ANTARA) – Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa membantah kabar yg menyebut dirinya sakit parah & tidak dapat bicara akibat terkena radiasi serbuk besi Kapal Selam. “Ada pernyatan tentang kondisi saya yg terbaring sakit, tidak dapat berbicara, cuma dapat di tempat tidur. Saya katakan, kalau dikatakan sakit, saya masih dapat beraktivitas meskipun terbatas,” mengatakan Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, dalam konferensi pers di RS TNI AL Dr Mintohardjo, Jakarta Selatan, Selasa. Mantan Komandan KRI Cakra-401 ini mengaku, dirinya memang tengah sakit, namun masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. Bahkan, ketika harap menjalankan perawatan di Jakarta, dirinya tidak mengpakai ambulans. Namun, datang sendiri mengpakai kendaraan pribadi ke Jakarta. “Ada isu saya terkena radiasi serbuk besi kapal selam karena terlalu lama. Saya berdinas di kapal selam sejak Letnan dua, Letnan satu, Kapten, Mayor sama teman-teman saya. Kami mensayangi satuan kami,” ujar adik kandung dari mantan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Purnawirawan Anton Charliyan ini. Dia pun memastikan kabar dirinya terkena radiasi serbuk besi kapal selam adalah tidak benar. “Kapal selam didesain oleh orang-orang pakar untuk membawa personel di kedalaman. Jadi insya Allah di kedalaman berapa pun, kita aman. Kalau masalah celaka, bukan cuma di kapal selam. Di mobil saja kalau, misalnya, ada trouble dapat kecelakaan,” tutur-nya. Atas kondisi sakit yg diderita-nya, Iwa pun menyadari adanya kemungkinan kurangnya disiplin diri, sehingga dirinya terpaksa harus menjalani perawatan berkepanjangan. “Kondisi sejak lama mungkin karena kami kurang disiplin diri, jadi memang saya kondisi mungkin sedang perawatan, tetapi bukan karena saya dinas di kapal selam,” ucap dia menjelaskan.. Iwa mengaku dirinya mengalami sakit syaraf kejepit & riwayat penyakit lain yg menciptakannya tidak dapat banyak beraktivitas. “Penyakit kami awalnya tahun 2017 saat kami menjabat Komandan Satuan Kapal Selam. Bahkan, saya terbaring di tempat tidur selama satu bulan. Kami pun diperintahkan untuk ke RSAL Dr Mintohardjo untuk menjalani MRI. Ternyata, kami terkena ‘hernia nukleus pulposus’ (HNP) atau syaraf kejepit,” ungkap Iwa. Sejak saat itu ketika beraktivitas dirinya membutuhkan tongkat karena kaki kirinya tidak dapat mengayuh untuk berjalan. “Tapi untuk aktivitas lainnya tidak ada masalah. Kami masih melaksanakan tugas sebagai Komandan hingga akhir jabatan, hingga Danpusdikpel Kodiklatal,” tutur Iwa.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2137414/mantan-dansatsel-bantah-terkena-radiasi-serbuk-besi-kapal-selam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *