oleh

Malaysia Paling Bermasalah dengan Gaji Pemain, Bagaimana Indonesia?

Facebook Malaysia Football League

Slot Informasi Indonesia – Badan sepak bola dunia, FIFA, merilis data tentang lomba sepak bola paling bermasalah dengan penunggakan gaji pemain. Yunani & Malaysia berada di peringkat dua teratas.

Data dirilis pada 12 Mei, berdasarkan jumlah kasus yg mendapatkan bantuan langsung dari FIFA sejak 2015. FIFA memang meluncurkan program yg diketahui sebagai Dana FIFA untuk Pemain Sepak Bola (FIFA FFP).

Daftar Slot onLine

Presiden FIFA Minta Klub Penggagas Liga Super Eropa Tak…

Presiden FIFA: Klub Liga Super Eropa Harus Hidup dengan…

Kompak, FIFA & UEFA Kecam Liga Super Eropa

Frank Lampard Dirumorkan Akan Latih Klub asal LondonFrank Lampard Dirumorkan Akan Latih Klub asal LondonIlustrasi: The Independent

Dana yg dialokasikan FIFA, bekerja sama dengan FIFPro, pun tak sedikit. Nilai totalnya mencapai 16 juta dolar Amerika Serikat (USD) atau sekitar Rp227,5 triliun.

Dana tersebut dipakai dalam upaya menolong pesepak bola di seluruh dunia yg gajinya tidak dibayar oleh klub masing-masing.

Sebagai catatan, hingga saat ini total 1.089 aplikasi sudah diterima FIFA dari seluruh dunia. Namun, baru 1005 kasus yg disetujui. Jumlah ini melibatkan 109 klub dari 36 negara dengan masalah penunggakan gaji pemain.

Jumlah klub yg gagal membayar gaji pemain diperkirakan akan meningkat karena angka di atas cuma dari pembayaran tahap perdana oleh FIFA.

Dana dibagi jadi empat tahap pembayaran sesuai dengan periode tunggakan gaji. Dimulai 2015 hingga 2020 dengan alokasi sebesar 5 juta USD (Rp71 miliar) untuk pembayaran tahap pertama.

Lalu pembayaran tahap kedua untuk masalah pada 2020 sebesar 3 juta USD (Rp42,7 miliar), serta tahap ketiga & keempat pada 2021 & 2022, masing-masing 4 juta USD (Rp56,8 miliar).

Indonesia Tak Ada Dalam Data yg Dirilis FIFA?

Berdasarkan catatan dari FIFA, Malaysia jadi negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia yg menerima dana tersebut. Sejak 2015 hingga kiini, 147 aplikasi yg melibatkan masalah pembayaran gaji dari lomba di Malaysia sudah disetujui oleh FIFA.

Sementara, Yunani jadi negara paling bermasalah dalam hal penunggakan gaji pemain dengan 291 kasus yg disetujui oleh FIFA. Di peringkat ketiga ada Turki dengan 138 aplikasi.

Dari 147 kasus yg disetujui FIFA untuk menerima bantuan, Malaysia sudah mendapatkan 456.214 USD (Rp6,5 miliar). Rival Indonesia di kawasan Asia Tenggara itu jadi negara keempat dalam hal nilai bantuan yg sudah diterima.

Malaysia sekaligus jadi negara dengan masalah penunggakan gaji tertinggi di kawasan Asia. Sebagai catatan, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Malaysia (PFAM) pernah mengabarkan pada 2019, total tunggakan utang sepak bola yg melibatkan gaji sudah mencapai RM6,4 juta (sekitar Rp22 miliar) pada 2019.

Frank Lampard Dirumorkan Akan Latih Klub asal LondonIlustrasi: Ligaindonesiabaru.com

Lalu, bagaimana dengan sepak bola Indonesia? Berdasarkan data aplikasi atau permohonan yg masuk ke FIFA, tidak ada Indonesia dari total 39 negara. Alhasil, FIFA juga belum pernah memberikan bantuan dana tersebut untuk Indonesia.

Apakah memang sepak bola Indonesia bebas dari masalah penunggakan gaji pemain?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *