bejo -
in

Maksa Makan di Rumah Makan, Anggota FKDM Keramat Pela Mengundurkan Diri Hingga Minta Maaf

Online – Seorang oknum petugas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kramat Pela, Jakarta Selatan, meminta maaf lantaran memaksa untuk dilayani makan di tempat rumah makan. Bahkan, pria yg bernama Bejo Riyanto itu mengundurkan diri dari keanggotannya setelah aksinya itu viral.

Sosok Bejo tiba-tiba viral melalui sebuah video karena sikapnya yg tidak patut ditiru. Ia ngeyel untuk makan di sebuah rumah makan di kawasan Keramat Pela, Jaksel padahal sudah diperingatkan oleh pemiliknya.

Advertisements

“Saya memohon maaf yg sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat,” mengatakan Bejo dalam sebuah video yg diterima Suara.com, Jumat (18/9/2020).

Dengan disaksikan oleh perwakilan polisi, TNI, & Kelurahan Keramat Pela, Bejo mengaku khilaf.

Ia juga menyebutkan bahwa tindakannya itu murni atas keharapannya pribadi.

“Seperti dalam bayangan video yg viral itu saya mengerjakan atas dorongan pribadi & tidak dipengaruhi oleh pihak manapun,” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, Bejo juga mengundurkan diri dari keanggotannya. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan dalam surat pernyataannya.

“Bersama ini mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan FKDM karena saya belum sanggup mengemban amanah & tanggung jawab kepada saya,” pungkasnya.

Sebelumnya, tindakan Bejo direkam oleh pemilik rumah makan yg terletak di wilayah Kramat Pela, Jakarta Selatan. Videonya pun tersebar luas di grup-grup pesan instan WhatsApp, Jumat (18/9/2020).

Dalam videonya, Bejo terlihat duduk di meja yg tersedia di area rumah makan. Ia tampak mengpakai rompi kuning & mengenakan topi.

Tak lama seorang perempuan berkaos putih mendekati Bejo untuk memberitahu peraturan yg berlaku.

“Maaf ya pak. Tidak dapat makan di tempat,” mengatakan perempuan itu.

“Siapa yg larang?,” balas Bejo.

Perempuan itu kemudian berusaha menerangkan bahwa pihaknya tidak melarang Bejo. Akan tetapi lebih kepada mengingatkannya.

Jawaban perempuan itu kemudian dibalas Bejo. Ia mengaku sebagai petugas yg memiliki wewenang untuk menerapkan disiplin selama PSBB.

“Saya ini petugas. Jadi dapat makan di sini. Nanti kalau ada yg tegur, kalau ada yg negur ini saya tukang tegur. Enggak apa-apa kalau diprotes nanti saya yg jawab,” jelas Bejo.

Pemilik rumah makan yg juga merekam kejadian itu lantas turut berbicara kepada Bejo. Ia mengingatkan adanya ancaman denda Rp 50 hingga 100 juta apabila ia membiarkan pengunjung untuk makan di tempat.

Namun alih-alih menyadarinya, Bejo malah menantangnya. “Yang bayar saya,” ucap Bejo.

Kemudian Bejo juga membela kalau yg dilarang itu ialah pengumpulan massa, namun apabila makan sendiri justru diperbolehkan.

“Ini yg dilarang adalah pengumpulan massa, take away memang aturannya, pak, tetapi kalau sendiri itu ada toleransinya,” bela Bejo.

“Di peraturannya itu enggak tertulis toleransi sih pak, di peraturannya itu cuma tertulis restoran, rumah makan, tidak boleh makan di tempat cuma dapat dibawa pulang,” timpal pria pemilik rumah makan.

Video pun berakhir seusai pemilik rumah makan itu tampak pasrah dengan Bejo. Bahkan ia sempat mengungkapkan bahwa petugas itu sepatutnya memberikan contoh yg baik kepada masyarakat lainnya.

Tak lama seorang perempuan berkaos putih mendekati Bejo untuk memberitahu peraturan yg berlaku.

“Maaf ya pak. Tidak dapat makan di tempat,” mengatakan perempuan itu.

“Siapa yg larang?,” balas Bejo.

Perempuan itu kemudian berusaha menerangkan bahwa pihaknya tidak melarang Bejo. Akan tetapi lebih kepada mengingatkannya.

Jawaban perempuan itu kemudian dibalas Bejo. Ia mengaku sebagai petugas yg memiliki wewenang untuk menerapkan disiplin selama PSBB.

“Saya ini petugas. Jadi dapat makan di sini. Nanti kalau ada yg tegur, kalau ada yg negur ini saya tukang tegur. Enggak apa-apa kalau diprotes nanti saya yg jawab,” jelas Bejo.

Pemilik rumah makan yg juga merekam kejadian itu lantas turut berbicara kepada Bejo. Ia mengingatkan adanya ancaman denda Rp 50 hingga 100 juta apabila ia membiarkan pengunjung untuk makan di tempat.

Namun alih-alih menyadarinya, Bejo malah menantangnya. “Yang bayar saya,” ucap Bejo.

Kemudian Bejo juga membela kalau yg dilarang itu ialah pengumpulan massa, namun apabila makan sendiri justru diperbolehkan.

“Ini yg dilarang adalah pengumpulan massa, take away memang aturannya, pak, tetapi kalau sendiri itu ada toleransinya,” bela Bejo.

“Di peraturannya itu enggak tertulis toleransi sih pak, di peraturannya itu cuma tertulis restoran, rumah makan, tidak boleh makan di tempat cuma dapat dibawa pulang,” timpal pria pemilik rumah makan.

Video pun berakhir seusai pemilik rumah makan itu tampak pasrah dengan Bejo. Bahkan ia sempat mengungkapkan bahwa petugas itu sepatutnya memberikan contoh yg baik kepada masyarakat lainnya.(suara.com)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0