pkat -
in

Makjlebb!! Pakar Sejarah Jawa Sebut Film Jejak Khilafah Khayalan

Online – Video Jejak Khilafah di Nusantara yg diluncurkan pada Kamis (20/8/2020) & diklaim sebagai film sejarah lebih mendekati sebuah imajinasi untuk kepentingan propaganda ketimbang dokumenter. Materi yg sama sekali tidak didukung data atau arsip kesejarahan yg valid antara lain terkait hubungan Diponegoro maupun kesultanan-kesultanan Islam di Jawa sebelumnya Turki Utsmani.

Menurut Prof Peter Carey yg selama 40 tahun meneliti sejarah Jawa & Diponegoro, setiap bantuan yg pernah diterima Diponegoro biasa dituliskan dalam Babad. Ia mencontohkan adanya bantuan dari kerajaan di Buleleng Bali atau punggawa Bugis di Makassar.

Advertisements

“Tapi Babad Diponegoro sama sekali tidak menyebutkan adanya bantuan dari Turki Usmani, baik pasukan, persenjataan, atau sekedar dukungan moral,” mengatakan Peter kepada regu Blak-blakan Detik.com.

Tak cuma itu. Ia juga mendapat penjelasan dari koleganya di Istanbul – Turki, Dr Ismail Hakki Kadi yg meneliti banyak arsip di era Turki Utsmani tidak menemukan informasi adanya kontak antara Raden Patah (1475-1518) dari Demak dengan Turki Utsmani.

“Film Jejak Khilafah ini dibuat tanpa punya pijakan kearsipan sejarah. Ini semacam khayalan,” tegas Peter Carey yg menulis sejumlah buku terkait Perang Jawa & Diponegoro.

Toh begitu, sebagai akademisi Peter tak setuju kalau terjadi penyensoran atau pelarangan kepada film tersebut. Tetapi justru harus jadi pendorong bagi pihak-pihak yg tertarik mengenai isu tersebut untuk mengerjakan riset & kajian secara lebih tekun & profesional.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Peter Carey “Jejak Khilafah itu Khayalan” di detik.com, Senin (24/8/2020).(detik.com)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0