oleh

Mahfud sebut pemerintah terbuka terhadap kritik

-Umum-2 views

Tangkapan layar – Menko Polhukam Mahfud MD saat menyampaikan pernyataan resmi melalui akun YouTube Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Selasa (2/2/2021). ANTARA/Syaiful Hakim/am.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum & Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan bahwa Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf terbuka kepada kritik. “Pernyataan Presiden Jokowi, kalau pemerintah terbuka kepada kritik adalah sikap yg sungguh-sungguh. Itu jadi sikap dasar pemerintah,” mengatakan Mahfud dalam siaran video yg diterima dari Humas Kemenko Polhukam, di Jakarta, Senin dini hari. Mahfud mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Wakil Presiden Ke-12 Jusuf Kalla mengenai cara kritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) supaya tak dipolisikan. Menurut dia, pemerintahan yg sehat & demokratis terbuka kepada kritik. “Oleh karenanya, Presiden Jokowi menyatakan silahkan kritik kalau memang diperlukan perbaikan bagi pemerintahan,” ujar Mahfud.

beincash

Baca juga: Mahfud tegaskan pemerintah tidak akan proses hukum Din Syamsuddin Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menuturkan, sebagai negara demokrasi pemerintah terbuka kepada kritik. Warga pun bebas melapor ke polisi kalau ada suara kritis karena laporan ke polisi kepada suatu kritik bukan dilakukan oleh pemerintah. “Kami juga tak dapat menghalangi orang mau melapor, melapor itu kan hak rakyat. Bukan pemerintah yg melapor,” tuturnya. Mahfud pun menyinggung laporan salah satu keluarga JK ke polisi terkait pencemaran nama baik. “Bahkan keluarga Pak JK juga melapor ke polisi…Tidak apa-apa melapor, lalu polisi melihat apakah ada kasus kriminalnya atau tidak,” ujarnya.

Baca juga: DPR harapkan kritik kepada pemerintah dihinggakan secara objektif Dia menjelaskan, sejak jaman JK jadi wapres menyikapi kritik kepada pemerintah sudah jadi dilema karena bila kritik ditindak, maka pemerintah dapat disebut diskriminatif. Tapi, kalau tidak ditindak malah jadi liar. “Itu konteksnya pertanyaan Pak JK, bukan berarti sekarang mengkritik dipanggil polisi. Nyatanya juga tidak begitu,” jelas Mahfud. Mahfud menambahkan, di era Jokowi-JK kritik kepada pemerintah pun berseliweran dari nama-nama seperti Saracen, Muslim Cyber Army, & Piyungan. “Jika ditindak orang ribut, kalau tak ditindak juga orang ribut. Inilah demokrasi, oleh sebab itu pemerintah mengambil hal-hal kritik dimasukan ke dalam pertimbangan-pertimbangan kebijakan,” mengatakan Mahfud MD.
Baca juga: Fraksi PAN DPR sayangkan tudingan radikal kepada Din Syamsuddin

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1999797/mahfud-sebut-pemerintah-terbuka-terhadap-kritik

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *