puan -
in

Mahasiswi Pengarak Keranda Mayat Bergambar Puan Maharani Jadi Tersangka

Online – Sari Wahyuni Labuna, Wakil Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Amanah Makassar periode 2019-2020 ditangkap polisi.

Saat unjuk rasa, Wahyuni disebut ikut mengarak keranda mayat yg dipasangi foto Ketua DPR RI Puan Maharani.

Advertisements

Minggu lalu, sejumlah pengunjuk rasa yg menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Makassar berjalan kaki. Sambil mengarak keranda mayat berwarna putih. Pada keranda ditempel foto Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pengunjuk rasa mengatasnamakan Aliansi Barbar berjalan kaki dari Jalan Sultan Alauddin menuju letak aksi di Kota Makassar. Mereka kecewa dengan Anggota DPR RI yg mengesahkan UU Cipta Kerja di tengah pandemi.

Wahyuni mahasiswi Jurusan Keperawatan Gigi berasal dari Desa Pinalong, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah.

Aktif di beberapa lembaga. Seperti Komite Pejuang Kerakyatan (KPK) Sulawesi Selatan. Wahyuni diamanahkan sebagai Sekretaris Jenderal.

Wahyuni juga aktif sebagai pengurus Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Kepulauan (IKMB) Makassar.

Wahyuni jadi tersangka pengrusakan saat aksi di Mapolsek Rappocini, Kota Makassar.

Wahyuni ditetapkan tersangka bersama lima orang lainnya. Yakni Kambrin Universitas Sawerigading, Ince Universitas Sawerigading, Nur Hidayat UIN Alauddin, Fahrul Unismuh Makassar, & Desta Universitas Sawerigading.

Berdasarkan informasi yg diperoleh, enam mahasiswa tersebut disangka polisi sudah melanggar pasal 170, 214,160,406 KUHP.

Wahyuni hingga kini masih ditahan di Mapolrestabes Makassar. Setelah ditetapkan jadi tersangka. Karena diduga mengerjakan orasi yg bersifat provokasi & kasus pengrusakan di Polsek Rappocini.

Berdasarkan penelusuran SuaraSulsel.id pada akun sosial media Instagram, Wahyuni diketahui merupakan sosok perempuan yg tangguh & kerap ikut dalam mengerjakan aksi demonstrasi.

Wahyuni kerap memimpin rekan-rekannya untuk menyampaikan aspirasi saat berunjuk rasa.

Panit Polsek Rappocini Ipda Nurman Matasa mengatakan sebelum tertangkap, Wahyuni merupakan jendral lapangan dari salah satu aliansi mahasiswa yg ikut mengerjakan aksi demonstrasi untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

“Dia (Sari Wahyuni) ditetapkan tersangka karena mengerjakan provokasi saat penyerangan di Polsek Rappocini. Dia jendral lapangan, bahkan, dalam orasinya dia mengatakan kalau dalam waktu 10 menit Polsek Rappocini tidak membebaskan rekan-rekannya, maka Polsek Rappocini akan diduduki mahasiswa,” mengatakan Nurman Matasa kepada SuaraSulsel.id, Senin (12/10/2020).

Nurman mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait penangkapan Sari Wahyuni. Namun, ia mengungkapkan, untuk kasus penyerangan di Polsek Rappocini, polisi sudah menetapkan enam orang tersangka.

“Berdasarkan informasi yg diperoleh dari bagian piket Reskrim Polrestabes,” ungkap Nurman.

Lembaga Bantuan Hukum Apik Makassar, Nur Akifah yg dikonfirmasi terpisah membenarkan Sari Wahyuni masih ditahan di Mapolrestabes Makassar.

“Masih (ditahan). Dia kenal pasal 214,” mengatakan Akifah.(suara.com)

Report

What do you think?

375 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0