oleh

Litbang Kemendagri kaji peran pemda-institusi politik tangani pandemi

Slot SimakNews.com – Litbang Kemendagri kaji peran pemda-institusi politik tangani pandemi,

Kepala Badan Penelitian & Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) Agus Fatoni, Kamis (15/7/2021) (ANTARA/HO-Kemendagri)

Jakarta (ANTARA) – Badan Penelitian & Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengerjakan penelitian, kajian, & webinar tentang peran pemerintah daerah & institusi politik dalam penanganan pandemi COVID-19 & akibat sosial ekonominya.

Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fatoni, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebutkan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan masukan bagi penyusunan perencanaan pembangunan nasional jangka pendek 2022.

“Penanganan pandemi COVID-19 memerlukan sinergi & keterpaduan semua pihak,” katanya.

Apalagi, akibat pandemi COVID-19 sudah memengaruhi semua sektor kehidupan. Kebijakan yg dikeluarkan pemerintah perlu mendapat dukungan supaya penanganan COVID-19 & akibat sosial ekonominya dapat berjalan dengan baik, katanya.

Fatoni mengatakan pandemi COVID-19 tidak mudah diatasi oleh negara mana pun. Kendati demikian, krisis itu sudah mendorong setiap negara untuk bangkit jadi kuat.

Baca juga: Kemendagri: Puluhan daerah turun level PPKM

Indonesia sendiri, mengatakan Fatoni, berjuang melawan COVID-19 sudah dilakukan sejak awal Maret 2020. Hal itu dilakukan melalui sejumlah upaya, & saat ini hasil penanganan COVID-19 menunjukkan tren yg semakin baik.

Menurut Fatoni, berbagai tren perbaikan tersebut tidak lepas dari upaya penanganan COVID-19 oleh pemerintah yg berfokus pada keseimbangan kepentingan kesehatan & perekonomian.

Ia menjelaskan setidaknya ada enam upaya yg dilakukan dalam bidang kesehatan, di antaranya pengendalian kasus dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Kemudian, pengetatan & penegakan disiplin protokol kesehatan dengan penguatan kepada upaya 3T (testing, tracing, & treatment) serta penerapan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun & air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, & membatasi mobilisasi interaksi).

Selain itu, langkah berikutnya yakni dengan manajemen klinis, meningkatkan pendayagunaan tenaga kesehatan yg kompeten & terproteksi dengan baik, serta peningkatan aksesibilitas kepada alat kesehatan & obat-obatan melalui pemerintah.

Baca juga: Irjen Kemendagri awasi kinerja sembilan OPD di Babel

“Upaya lainnya dilakukan dengan mengakselerasi program vaksinasi COVID-19 yg sedang berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat membentuk kekebalan komunitas (herd immunity),” katanya.

Di sisi lain, dalam bidang ekonomi, lanjut Fatoni, setidaknya pemerintah sudah mengerjakan enam langkah penting. Langkah tersebut misalnya dengan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kemudian, mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dengan melanjutkan insentif sektor strategis, beberapa insentif lainnya serta mengerjakan restrukturisasi kredit & penjaminan kredit guna mendukung sektor hotel, restoran, & kafe (horeka).

Tak cuma itu, pemulihan lainnya diwujudkan dengan relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit perbankan, perluasan penjaminan kredit korporasi berdasarkan PMK-32/2021, serta mengoptimalkan pemanfaatan kawasan ekonomi spesifik (KEK).

“Bentuk penanganan di bidang ekonomi terus didorong dengan melanjutkan program kartu prakerja,” ujar Fatoni.

Baca juga: Kemendagri dorong perbaikan keterbukaan informasi publik pada pandemi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2359886/litbang-kemendagri-kaji-peran-pemda-institusi-politik-tangani-pandemi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *