tengku -
in

Lion Air Tanggapi Tengku Zul yg Protes Duduk Tak Berjarak di Pesawat

Online – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengeluh ketika naik pesawat Lion Air JT-236 dari Pekanbaru ke Batam, Sabtu (12/9/2020), sekitar jam 11.30 WIB. Dia mengeluh karena tempat duduknya tidak berjarak dengan tempat duduk penumpang yg lain, padahal menurut dia semestinya berjarak untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Katanya diwajibkan jaga jarak. Lha giliran di pesawat hitungan jam sebelahan dengan orang lain. Jaga apanya…? Woi… Siapa yg mengizinkan seperti ini? Apakah ini semua salah Anies atau salah Khilafah…?” mengatakan Tengku.

Advertisements

Selain mengungkapkan kekecewaan, ketika dihubungi Suara.com, Tengku menyampaikan asa supaya semua maskapai penerbangan menaati peraturan negara dalam upaya penanganan Covid-19. “Jangan ada anak emas yg boleh melanggar aturan kalau benar aturan duduk berjarak di pesawat memang ada,” katanya.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro ketika dihubungi Suara.com untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tempat duduk sebagaimana yg dikeluhkan Tengku mengatakan dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor) dapat terjadi melebihi dari batasan kapasitas angkut penumpang yg ditetapkan.

Lion Air, mengatakan Danang, tetap menjalankan operasional sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Lion Air yg diberikan batasan dalam jumlah yg diangkut, mengatakan Danang, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan & tidak ada jarak).

“A. hal ini, tidak dapat dihindari, namun sebagai operator penerbangan, Lion Air mengatur (menata) penempatan pada tempat duduk (seat arrangement) penumpang supaya lebih meminimalisir dampak. B. Untuk kelompok penumpang dimaksud pada penerbangan adalah perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu (group booking) yg mengharapkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris) atau penumpang kategori PCR atau swab hasil negatif,” mengatakan Danang, Sabtu (13/9/2020).

Dikatakan Danang, penumpang yg bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak duduk antar penumpang.

Pada penerbangan JT-236 rute Pekanbaru melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Riau) ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim (Batam) — yg ditumpangi Tengku — dioperasikan mengpakai Boeing 737-900ER (kapasitas 215 kursi kelas ekonomi), yg membawa 154 penumpang, terdiri dari 68 penumpang grup (booking group) & 86 penumpang perorangan.

Selain itu, mengatakan Danang, semua awak pesawat & penumpang yg masuk ke dalam kabin pesawat udara sudah melaksanakan rapid test Covid-19 atau PCR/swab dengan hasil non reaktif atau negatif. Dalam hal ini, orang-orang tersebut dinyatakan sehat & layak terbang (safe for flight).

Danang memastikan semua kru & penumpang sebelum masuk ke kabin pesawat sudah dilakukan pengecekan kesehatan & dokumen kesehatan oleh instansi yg diberikan kewenangan. Penumpang yg lolos untuk melapor (check-in) adalah orang yg sudah memenuhi ketentuan kesehatan & dokumennya dinyatakan valid.

Danang mengatakan pemeriksaan kesehatan awak pesawat tetap dijalankan sebelum penerbangan (pre-flight health check) guna menentukan kondisi sehat serta layak terbang (safe for flight).

Danang menambahkan pesawat yg dioperasikan dilengkapi High Efficiency Particulate Air filter atau penyaringan partikel kuat dengan tingkat 99,9+ persen menghilangkan partikel seperti virus, bakteri & jamur, guna menciptakan sirkulasi udara dalam kabin terjaga baik. Semua pesawat sebelum & setelah terbang dilaksanakan penyemprotan desinfektan setiap hari, dalam upaya memastikan sterilisasi & kebersihan pesawat.

International Air Transport Association (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dalam artikel penjelasan IATA Calls for Passenger Face Covering and Crew Masks yg diterbikan Press Release Nomor 39 pada 5 Mei 2020 menyebutkan aturan yg dianjurkan, antara lain tidak merekomendasikan kursi tengah sebagai jarak dalam satu baris atau dengan mengatakan lain boleh diisi penumpang, penggunaan masker, pemeriksaan suhu penumpang, pekerja bandar udara & pelancong, aliran udara dari langit-langit ke lantai semakin mengurangi potensi transmisi ke depan atau belakang di kabin & lainnya.

Beberapa negara yg sudah mengerjakan penerbangan domestik & internasional tidak memberlakukan pembatasan jumlah penumpang yg diangkut atau mengangkut jumlah penumpang dapat maksimal sesuai kapasitas seperti Thailand, Vietnam, India, Malaysia & beberapa negara lainnya.(suara.com/artikelasli)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0