oleh

Legenda Rabah Madjer, Pemilik Backheel Indah di Liga Champions

-Bola-0 views

Situs Daftar Slot Informasi, Indonesia – Puluhan tahun lalu sebelum Samuel Eto’o, Didier Drogba, Sadio Mane serta Mohamed Salah sukses jadi pemain Afrika yg taklukkan Eropa, ada satu pemain yg layak dikedepankan. Ia adalah Rabah Madjer. Pemain asal Aljazair yg taklukkan Eropa lewat backheel indah.

Madjer adalah pahlawan bagi Porto saat jumpa Bayern Munich di partai final Liga Champions 1987 yg berlangsung di Wina, Austria. Madjer lahir di kota pesisir Aljazair pada 1958, empat tahun setelah Aljazair merdeka dari Prancis. Madjer berlatar keluarga Muslim yg taat.

getty images

Penjajahan Prancis menciptakan banyak keluarga di Aljazair alami kondisi sulit, pun dengan keluarga Majder. Sejak kecil, Madjer harus berjuang untuk dapat hidup. Kemiskinan yg melecut dirinya untuk fokus di sepak bola. Deraan kemiskinan mengantarkan Madjer jadi salah satu pemain bola berbakat di Aljazair.

Ironisnya, setelah berhasil menapakkan kaki di Liga Aljazair bersama Hussein Dey, Madjer memilih Prancis sebagai negara perdana untuk kariernya di Eropa. Madjer pergi merantau ke Prancis pada 1983 degan bergabung ke Racing Nationale. Diakui Madjer, keharapannya untuk main di Ligue 1 termotivasi para seniornya seperti Mustapha Dahleb & Hacene Lalmas.

Sebelum Piala Dunia 1982 di Spanyol, dua pemain Aljazair itu memang jadi leguin asing perdana di Liga Prancis. Sayangnya, karier Dahleb & Lalmas tak panjang. Keduanya tak dapat berkarier lama karena tak mendapat izin bermain. Hal itu disebabkan kedua dianggap belum cukup umur main di Ligue 1

Otoritas Ligue 1 saat itu menerapkan aturan bahwa umur minimal pemain asing yg bermain di sana adalah 25 tahun. Menariknya, Madjer datang ke Racing di usia 24 tahun. Madjer hampir alami nasib sama dengan dua seniornya tersebut. Namun, Madjer bersikeras bahwa ia harus dapat main di Liga Prancis.

Bahkan Madjer menuntut otoritas sepak bola Aljazair untuk turun tangan hadapi masalah ini. Ia mengancam kalau tak dibantu, dirinya akan mundur dari timnas Aljazair. Keteguhan ini yg akhirnya menciptakan Madjer dapat main di Liga Prancis bersama Racing.

Malam indah di Wina

Bersama Racing, Madjer tercatat mencetak 23 gol dari 50 pertandingan di semua kompetisi. Talentanya menciptakan klub Eropa lainnya mulai meliriknya. Ialah klub Portugal, FC Porto yg beruntung mendapatkan Madjer pada 1985.

Pemain yg mengaku mengagumi Johan Cruyff ini langsung jadi idola baru bagi publik Stadion do Dragao. Di musim pertamanya bersama Dragons, Madjer langsung mempersembahkan gelar pemenang Liga Portugal 1985-86.

Momen indah di dapat Madjer bersama Porto di musim selanjutnya. Main di Liga Champions dengan status pemenang Liga Portugal, Porto sukses melaju hingga partai puncak. Final Liga Champions 1986-87 berlangsung di Wina, Austria.

Lawan yg harus mereka taklukkan adalah raksasa Jerman, Bayern Munich. Skuat Munich saat itu diisi sederet bintang seperti Andreas Brehme, Michael Rummenigge, Lothar Matthus, hingga pelatih Munich saat ini, Hansi Flick.

Tentu di atas kertas, Porto yg saat itu dilatih Artur Jorge tak diunggulkan. Namun, Rabah Madjer sukses membalikkan perkiraan di atas kertas dengan aksi menawannya di lapangan hijau. Ernst-Happel-Stadion jadi sanksi kehebatan skill Madjer.

Dua kali sakiti Jerman

Porto sempat tertinggal satu gol pada menit ke-25 lewat aksi Ludwig Kogl. Sebagai regu underdog, Artur Jorge saat itu menerapkan formasi bertahan 4-5-1 dengan Paulo Futre sebagai striker tunggal. Hingga pertengahan babak kedua, skor tak berubah.

Fan Bayern sudah bersiap menyiapkan pesta untuk merayakan gelar Liga Champions tahun itu. Namun di menit ke-77, semua berubah. Berawal dari umpan crossing pemain Brasil, Juary, Madjer berada di posisi kurang menguntungkan, ia membelakangi gawang.

Legenda Rabah Madjer3 1603267462 -pinterest

Dalam sepersekian detik, Rabah Madjer gabungkan kecerdikan & instingnya untuk mengkonversi umpan itu dengan backheel indah & menciptakan kiper Jean-Marie Pfaff tak berdaya. Gol bakcheel Madjer ini pun dianggap sebagai salah satu gol indah sepanjang sejarah Liga Champions.

Gol bakcheel ini tentu saja menciptakan pemain Porto semakin termotivasi. Mental pemain Bayern sudah mulai runtuh. Madjer belum puas. Tak berselang lama, tepatnya di menit ke-81, ia jadi aktor utama di balik gol penentu kemenangan Porto yg dicetak Juary. Umpannya menciptakan Juary dengan leluasa menalukkan Pfaff. 2-1 Porto unggul & skor ini bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Ini jadi kali kedua Madjer menciptakan publik Jerman menelan pil pahit. Sebelumnya di Piala Dunia 1982, Madjer juga jadi aktor utama dibalik kemenangan 2-1 Aljazair atas Jerman. Madjer juga jadi pemain Aljazair perdana yg cetak skor di Piala Dunia.

Tentang Penulis: IDN Sport

Gambar Gravatar
Staff pada Grup operator label swasta terbesar yang menggunakan tulang punggung kami di ASIA. Rekam jejak yang terbukti selama lima tahun dan lebih dari 300 klien dengan basis klien terbesar dari jaringan multipemain.Bergabung bersama IDNSport.net dan rasakan apa itu game online masa depan. Kami memiliki semua alat yang diperlukan untuk mengungguli persaingan dan kami menyediakan kolaborasi ujung ke ujung untuk memastikan kemajuan bisnis yang berkelanjutan. Jangan lewatkan kesempatan ini dan bergabunglah dengan jaringan game online terbesar di Asia!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *