oleh

LaNyalla: Skenario baru perlu dibuat demi pandemi yg dapat memburuk

Slot SimakNews.com – LaNyalla: Skenario baru perlu dibuat demi pandemi yg dapat memburuk,

Arsip foto – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattaliti (kanan) berdiskusi dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (kiri) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. ANTARA/HO-Dokumentasi Ketua DPD RI.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah didorong menciptakan skenario penanggulangan pandemi COVID-19 terbaru demi mengantisipasi keadaan yg kemungkinan dapat terus memburuk, mengatakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

“Jika penyebaran terus melonjak, tidak menutup kemungkinan penyebaran COVID-19 mencapai angka 40.000 kasus per hari. Jika demikian, tentu saja Indonesia akan menghadapi hal terburuk. Untuk itu dibutuhkan skenario baru, termasuk mungkin membuka bantuan negara-negara tetangga,” mengatakan LaNyalla sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya yg diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Ketua DPD: Kepala daerah di luar Jawa-Bali waspada lonjakan COVID-19

Sejak Indonesia mengumumkan kasus perdana COVID-19 tahun lalu, pemerintah sudah membuka hibah dari negara lain, khususnya terkait pengiriman bantuan alat pelindung diri, ventilator, & vaksin.

Negara-negara yg memberi bantuan ke Indonesia, antara lain Korea Selatan, Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Belanda, & Australia.

Terkait dengan kerja sama di kawasan, LaNyalla menyampaikan pemerintah semestinya membentuk rencana penanggulangan pandemi bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

“Penyebaran & penularan COVID-19 dalam satu kawasan tidak dapat dikendalikan sendiri-sendiri. Tetapi, harus bersama-sama ditangani secara global,” terang LaNyalla.

Terkait itu, Indonesia bersama negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) sudah menyepakati pembentukan dana spesifik penanggulangan COVID-19 ASEAN COVID-19 Response Fund.

Baca juga: LaNyalla imbau donorkan plasma konvalesen bantu pasien COVID-19

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada 21 Januari 2021 mengumumkan jumlah dana yg dijanjikan negara-negara anggota pada dana penanggulangan COVID-19 ASEAN itu mencapai 13,6 juta dolar AS.

Tidak cuma meminta pemerintah memperkuat rencana penanggulangan pandemi, LaNyalla juga berharap penegak hukum memperkuat penindakan kepada pelanggar aturan PPKM Darurat di wilayah Pulau Jawa & Pulau Bali.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlaku di seluruh provinsi di Pulau Jawa & Pulau Bali pada 3-20 Juli 2021.

“Hingga saat ini, masih terjadi sejumlah pelanggaran yg dapat menyebabkan kurang maksimalnya penanganan ini. Untuk itu, pemerintah daerah & provinsi jangan bosan terus mengingatkan warga supaya taat aturan PPKM. Untuk pelanggaran yg sifatnya substansi, perlu dikenakan sanksi supaya semua mematuhi aturan,” tegas LaNyalla.

Oleh karena itu, ia berharap kepala-kepala daerah dapat mengevaluasi kebijakan PPKM Darurat tiap harinya.

“Pemerintah daerah juga harus mendapatkan assessment (evaluasi, Red) sehingga penekanan laju pergerakan manusia benar-benar dapat diturunkan supaya pemutusan penularan COVID-19 dapat diturunkan secara signifikan,” mengatakan ketua DPD RI.

Baca juga: Ketua DPD RI minta pejabat dukung pelaksanaan PPKM darurat

Baca juga: Ketua DPD ingatkan kepala daerah larang aktivitas berpotensi kerumunan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2255246/lanyalla-skenario-baru-perlu-dibuat-demi-pandemi-yang-dapat-memburuk

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *