oleh

LaNyalla sampaikan pesan bagi Komite I hingga Komite IV DPD RI

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (ANTARA/HO-DPD RI)

Jakarta (ANTARA) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan pesan pada Komite I hingga Komite IV dalam sidang paripurna Ke-11 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Jakarta, Kamis, mengatakan punya pesan bagi Komite I DPD yg memiliki tugas terkait urusan pertahanan & keamanan terkait persoalan KKB di Papua. “Diharapkan Komite I dapat mengundang berbagai pihak terkait keadaan & peristiwa ini,” mengatakan LaNyalla. Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga menyinggung soal keluhan warga Suku Baduy yg hutan adatnya dirusak penambang emas liar. Untuk diketahui, tanah larangan Suku Baduy di Gunung Liman yg berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, dirusak penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil. LaNyalla meminta Komite II yg membidangi urusan kehutanan & lingkungan untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Baca juga: Ketua DPD ingatkan pelaku usaha mikro segera daftar BPUM “Penambang ilegal ini menyebabkan kerusakan lingkungan yg berakibat terjadinya bencana longsor & banjir,” mengatakan dia. Kasus penambangan liar mengatakan dia sudah terjadi sejak lama & sudah meresahkan masyarakat. “Oleh karena itu, kami meminta Komite II untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan untuk mengatasi kasus penambang emas liar tersebut,” katanya. Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu juga menyoroti mengenai masuknya banyak Warga Negara (WN) India ke Indonesia. Padahal di India sedang mengalami lonjakan kasus COVID-19 yg sangat tinggi. LaNyalla mengatakan pemerintah sudah serius & tegas dalam upaya pengendalian pandemi COVID-19 di dalam negeri. Salah satunya dengan membatasi tradisi mudik saat lebaran. “Masuknya banyak Warga Negara India ke Indonesia harus jadi perhatian bersama. Pemerintah juga harus tegas dalam mengatasi kehadiran warga negara asing (WNA) dari negara tertentu yg dianggap dapat membahayakan masyarakat kita,” mengatakan dia. Ketua DPD meminta pemerintah menggerakkan seluruh petugas di bandara & pelabuhan guna mengawal masuknya para WNA ke Indonesia melalui koordinasi ketat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kementerian Kesehatan, TNI, & Polri. Komite III yg mengurusi persoalan kesehatan juga mendapat tugas darinya. “Kami harapkan pula Komite I dapat memanggil Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia untuk membahas fungsi keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini,” katanya.

Baca juga: Ketua DPD dorong prosedur karantina bagi pekerja migran yg kembali Untuk Komite IV yg bertugas mengurusi masalah koperasi & UMKM, LaNyalla meminta supaya dilakukannya elaborasi & eksplorasi lebih lanjut. Terutama, menyangkut berbagai masalah yg dihadapi UMKM selama masa pandemi COVID-19. Mantan Ketum Kadin Jatim itu menyinggung soal bantuan atau stimulus dari pemerintah untuk para pelaku UMKM. “Pelaku UMKM mendapatkan berkah karena kemudahan informasi mengenai akses pembiayaan dari Kementerian & Lembaga. Pemanfaatan akses digitalisasi termasuk bagi pelaku UMKM jadi lebih mudah dalam mencari informasi terkait sumber pembiayaan untuk modal usaha,” ucap LaNyalla. Lenyala mengatakan pihaknya berharap Komite IV dapat mengelaborasi & eksplorasi lebih lanjut mengenai persoalan menyangkut finansial, sumber daya manusia (SDM) & manajemen, perkembangan & teknologi, pasar & bahan baku, serta institusi. Senator Jawa Timur itu mengawali sidang paripurna DPD dengan menyampaikan dukacita atas insiden tenggelamnya kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402. DPD RI berterima kasih kepada seluruh personel KRI Nanggala yg gugur dalam menjaga kedaulatan negara. “Kami menyampaikan duka yg mendalam atas dinyatakan tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala. 53 personel Kapal Selam KRI Nanggala pergi dalam kondisi syahid di Bulan Ramadhan yg penuh berkah ini,” ucapnya. Pria yg pernah menjabat sebagai Ketum PSSI itu berharap supaya keluarga personel KRI Nanggala dapat diberikan kesabaran & keikhlasan. DPD RI juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: LaNyalla dorong pengembangan pendidikan vokasi tingkatkan mutu SDM “Kami mengharapkan Bapak Presiden RI selaku Panglima tertinggi dapat memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yg sudah gugur sebagai wujud penghormatan,” mengatakan dia. LaNyalla juga menyampaikan dukacita DPD RI atas wafatnya Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen Anumerta TNI Putu IGP Dani NK yg tewas dalam baku tembak antara TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, akhir April lalu. LaNyalla menyebutkan DPD memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum. “Aksi kriminalitas yg dilakukan KKB di Papua sudah meresahkan & tidak dapat ditoleransi lagi. Kami mengharapkan TNI & Polri dapat segera menumpas KKB hingga ke akar-akarnya,” tambahnya. Anggota DPD RI dapil Papua, Otopianus P. Tebai berharap pemerintah meninjau kembali peningkatan status KKB itu. Para senator Papua khawatir penetapan KKB sebagai kelompok teroris akan berdampak kepada keselamatan masyarakat setempat. “Selain itu juga untuk mengurangi lembaga internasional untuk mengintervensi permasalahan di Papua,” mengatakan Otopianus. Harapan yg sama juga dihinggakan Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Filep Wamafma. Ia meminta supaya pimpinan DPD RI dapat menyampaikan aspirasi warga Papua & Papua Barat kepada pemerintah. “Hasil keputusan DPD RI, Komite I beberapa waktu lalu mendorong persoalan Papua secara komprehensif. Dinaikkannya status KKB merupakan ancaman pada kelompok rakyat sipil, yg terbatas dalam segi hal keadaan & lain sebagainya,” ujarnya.

Baca juga: Ketua DPD RI ajak masyarakat dukung atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2142778/lanyalla-sampaikan-pesan-bagi-komite-i-hingga-komite-iv-dpd-ri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *