oleh

Lakpesdam PBNU: Revisi PP 109 Memberatkan Petani – Ekonomi

Slot SimakNews.com – Lakpesdam PBNU: Revisi PP 109 Memberatkan Petani – Ekonomi,

Ilustrasi pekerja di pabrik rokok. Foto: Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA – Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menyayangkan rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012, yg mengatur pengamanan bahan yg mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

Menurut Lakpesdam PBNU, revisi ini dinilai tidak tepat apabila dilakukan pada situasi pandemi karena akan semakin memperburuk kondisi petani tembakau yg mayoritas adalah Nahdliyin.

“Harusnya pemerintah memberikan angin segar kok malah mau membunuh petani tembakau, mayoritas petani tembakau merupakan warga Nahdliyin. Mereka akan sangat terdampak,” ujar peneliti Lakpesdam PBNU Abdullah, Rabu (23/6).

Slot info lainnya:
  • Arumi Bachsin: Siapa Lagi yg Dampingi Kalau Bukan Saya

Dihinggakan Abdullah, petani merupakan kelompok paling rentan yg harus dilindungi di industri hasil tembakau terutama di masa Covid-19.

Oleh karena itu, nasib petani harus dipikirkan ketimbang merevisi PP 109 yg tidak ada relevansinya sama sekali.

“Petani tembakau sebelumnya saja sudah menjerit. Kalau direvisi peluang mereka semakin sempit ya semakin nyungsep,” mengatakan Abdullah.

Slot info lainnya:
  • Yuk, Ikutan jadi Green Ambassador SUNterra

Abdullah menegaskan kebijakan yg diambil ke depan harus berpihak kepada petani.

Sejumlah asosiasi di IHT seperti RTMM, GAPPRI & Gaprindo juga kompak menyatakan penolakannya terhadap revisi PP 109 yg dianggap akan mematikan industri tembakau yg selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

TAGS   Revisi PP 109/2012 PP 109/2021 Lakpesdam PBNU tembakau IHT industri hasil tembakau petani

BERITA TERKAIT
  • Irwan Fecho: Revisi UU Jalan Penting untuk Pemerataan Pembangunan
  • Arif Fadillah: Ini Tidak Bisa Dibiarkan
  • Belum Tentu Efektif, PP 109/2012 Tak Perlu Direvisi
  • Ini Alasan Polisi Batasi Mobilitas Warga di 10 Titik di Jakarta, Oh Ternyata
  • Kementan Tolak Usulan Revisi PP 109
  • DPR Desak Pemerintah Segera Rampungkan PP Tentang Perlindungan ABK

SPONSORED CONTENT

loading…

.SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: Georgia, Times, Times New Roman, serif !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; }

loading…

.SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: Georgia, Times, Times New Roman, serif !important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; }

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *