oleh

La Nyalla minta Presiden dorong negara G20 adopsi pajak minimum global

Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri) saat berbincang dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARAJatim/HO DPD RI/AM)

Perusahaan unicorn sudah meraup keuntungan yg sangat besarSurabaya (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut mendorong negara-negara G20 mengadopsi pajak minimum global untuk korporasi.

beincash

Menurut La Nyalla, memungkinkan Pemerintah menarik pajak kepada unicorn yg sedang berkembang, seperti Gojek, Tokopedia, Shopee, Traveloka, Bukalapak serta platform digital e-Commerce lainnya.

“Perusahaan unicorn sudah meraup keuntungan yg sangat akbar melalui perdagangan digital dengan mengpakai infrastruktur yg tersedia,” mengatakan La Nyalla yg juga Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu, di Surabaya, Selasa.

Senator asal Jatim itu menilai, transaksi perdagangan yg dilakukan perusahaan unicorn semestinya tak cuma menguntungkan pihak mereka belaka, tetapi juga semestinya jadi salah satu sumber penerimaan pajak negara.

“Praktik perusahaan unicorn yg ada di Indonesia harus segera diatur melalui kebijakan Menteri Keuangan. Hal itu guna menekan defisit fiskal & juga mengikis akibat negatif kepada daya saing yg kurang sehat,” mengatakan alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mengingatkan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengimbau negara-negara G20 untuk mengakhiri perlombaan perusahaan pajak digital yg minimal untuk menarik dana asing masuk.

Pada 2019, mantan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan memperkirakan Rp27 triliun pajak pertambahan nilai atau PPn dari perusahaan digital yg mengenakan pajak, seperti Google, Facebook, Netflix & lain-lain.

Perjanjian global dalam pajak akan memungkinkan Kementerian Keuangan untuk mengenakan pajak kepada unicorn yg sedang berkembang, seperti Gojek, Tokopedia, Shopee, Traveloka, Bukalapak.

Kementerian Keuangan Indonesia perlu mengumpulkan lebih banyak pendapatan setelah pemotongan pajak perusahaan (dari 25 persen jadi 22 persen) dalam perppu tahun lalu, di atas kewajiban untuk mengembalikan defisit fiskal jadi 3 persen pada 2023.
Baca juga: Peneliti: Pemberlakuan pajak digital bakal pengaruhi unicorn Indonesia

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2084850/la-nyalla-minta-presiden-dorong-negara-g20-adopsi-pajak-minimum-global

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *