oleh

Kupas Final Liga Champions Wanita bersama Women Footie

cbssports.com

Slot Informasi, Indonesia – Liga Champions wanita musim 2020-2021 akan mencapai puncaknya pada Senin (17/5/2021) dinihari WIB. Final akan mempertemukan Chelsea vs Barcelona yg akan berlangsung di stadion Gamla Ullevi, Swedia.

Liga Champions wanita kali ini dipastikan memghadirkan pemenang baru. Maklum saja, kedua klub belum pernah sekali pun angkat piala.

Chelsea bahkan baru kali perdana merasakan final. Sedangkan bagi Barcelona ini jadi final kedua setelah sebelumnya diraih pada 2019 lalu.

@UWCL

Walau belum merasakan trofi, kedua regu memiliki deretan bintang yg sudah berpengelaman di final. Bahkan di kubu Barcelona ada yg sudah merasakan juara.

Mereka punya Caroline Graham Hansen yg pernah mencapai final bersama Wolfsburg 2018 lalu. Lalu ada Ana Maria Crnogorcevic & Kheira Hamraoui yg merasakan pemenang tatkala berseragam FFC Frankfurt & Lyon.

Sementara klubLondon Barat, tak ada satu pun pemain yg sudah merasakan gelar UWCL. Hanya adaPernille Harder & Ann Katrin Berger yg sama-sama merasakan final diWolfburg.

Fakta-fakta ini menciptakan laga Chelsea vs Barcelona diprediksi berlangsung menarik. Hal ini diungkapkan Retno, founder Womens Footie, pemerhati sepak bola wanita.

Kepada Slot Berita ia meyakini pertandingan akan sangat menghibur. Keyakinan tersebut tak lepas dari skema permainan yg diterapkan Emma Hayes maupun Lluis Cortes.

Kedua regu akan main seperti biasa. Bermain hati-hati tidak jadi opsi karena mereka sama-sama menyerang. Bedanya kalau Chelsea dari belakang terus ke depan. Sedangkan Barca kekuatan lini tengah akan jadi kuncinya, mengatakan Retno saat dihubungi Slot Berita.

Peluang kedua regu saya pikir 50-50. Pertandingan ini benar-benar berimbang, sambung founder womens footie tersebut.

@UWCL

Kendati demikian,bukan berarti kedua klub tak punya kelemahan. The Blues terlalu bergantung padasang kapten, Magdalena Eriksson.

Sosok MagdalenaEriksson memang tak dapat dilepaskan dari sukses klub selama ini. Dia sosokpenting di balik kesuksesan klub London Barat mengunci gelar Women Super League(WSL) musim ini.

Dan satuhal yg harus diingat. Selama penggawa timnas Swedia didapuk sebagai kapten,The Blues cuma kalah sekali.

Chelsea itu minusnya kalo Magda absen. Selesai sudah semua lini. Millie Bright sudah pasti diincar. Magda sudah lebih dari sekadar pemimpin di sana, lanjut Retno.

Daftar slots onlin

Danny Murphy, Juara di Liverpool Lalu Terpuruk karena Judi dan…

Buang Logo Chelsea, Pemain Leicester City Diserang Fan The Blues

Masa Depan Anthony Martial di Manchester United Semakin Tak…

Ini kelihatan sekali lawan Bayern Munich di leg perdana semifinal. beruntung mereka waktu itu cuma kalah 1-2 di Bayern Campus, imbuhnya.

Sementara ElBarca dihantui cedera di lini belakang. Kondisi ini memunculkan celah di timbesutan Lluis Cortes.

Barca sejauhini lancar kecuali lawan Manchester City di leg kedua. Lluis sepertimengistirahatkan pemain-pemain pentingnya karena Caroline Graham Hansenmengalami cedera, ia menambahkan

Jadikonsentrasi mereka nanti di bek tengah juga karena Andrea Pereira absen karenaakumulasi kartu & Lluis harus putar otak siapa yg dapat dampingi Mapi Leonjika Pereira absen, ungkap wanita yg akrab disapa Nino.

Opsinya antara Marta Torrejon di bek tengah atau dengan terpaksa geser Patri Guijarrodan Hamraoui main di posisi Patri. Opsiini dapat dilakukan kalau Lluis tak mau ambil risiko mainkan Laia Codina, lanjutnya.

Dari 22pemain yg akan bertarung di stadion Ullevi, yg akan jadi perhatian darikedua regu adalah Magdalena Eriksson di kubu The Blues, & Lieke Martensandalan Azulgrana.

Musim ini pemain yg akrab disapa Magda sudah tampil 25 kali di semua kompetisi. Sebanyak tujuh pertandingan dia berhasil mengerjakan sentuhan lebih dari 100 kali setiap laga.

Untuk seorangbek tengah, catatan ini sangat mengagumkan. Angka ini juga sedikitmenggambarkan apa yg dibilang pendiri Womens Footie di atas. Bahwa gayapermainan ala Emmas Hayes berawal dari lini belakang.

Di kubuBarcelona, Lieke Martens akan jadi tumpuan utama. Permainan tiki-taka yangdiaplikasikan Lluis Cortes benar-benar mengakomodir seorang Martens.

Bisa dibilang,andalan timnas Belanda merupakan nyawa permainan Barca. Dia mengatur aliranbola di lapangan. menjaga keseimbangan permainan & tak jarang jadi pembeda. Terbukti,lima gol sudah dibuat di UWCL musim ini.

Apalagi kerja Martens akan semakin mudah selama ada Caro Hansen di sisinya. Keduanya saling bahu-membahu. Mereka akan saling bergantian saat regu dalam tekanan atau pun ketika hendak membangun serangan.

Kreativitas Martens-Hansen akan diadu oleh kekuatan duo lini tengah milik Hayes, yakni Melanie Leupolz serta Ji So-yun.

The #UWCLfinal countdown is on!

Here’s how Chelsea and Barcelona made it through to the ultimate stage. #VISAUWCL @VISA_fr @VISA_es pic.twitter.com/1hochhVGoW

— UEFA Womens Champions League (@UWCL) May 14, 2021

Daya tarik final UWCL kali ini juga dapat dilihat dari fakta bahwa mereka belum pernah berjumpa sebelumnya. Ya, kendati terus ambil bagian di Liga Champions wanita hampir di setiap musimnya, tak sekali pun klub Inggris & Spanyol itu bersua.

Dari sisi pelatih, Emma Hayes adalah pelatih terlama Chelsea sejak klub dimiliki Roman Abramovich. Bagaimana tidak, kalau regu pria The Blues sudah 15 kali ganti pelatih, Hayes masih dipercaya di regu wanita dari 2012 lalu.

Sementara Lluis Cortes baru menangani Barcelona Femeni sejak 2018 lalu. Di bawah kendalinya lah El Barca menjelma jadi kekuatan baru di sepak bola wanita.

Catatan kemenangannya di UWCL pun sangat mengesankan. Dari 19 laga dia menang 15 kali. Berbanding 18 kali yg diraih Hayes dalam 30 pertandingan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *