oleh

KSP terus berupaya mengurai persoalan pelaksanaan vaksinasi di daerah

Slot SimakNews.com – KSP terus berupaya mengurai persoalan pelaksanaan vaksinasi di daerah,

Arsip foto – Pengumuman vaksin sementara habis di Puskemas Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/7/2021). ANTARA/Novi Abdi/aa.

Ada juga provinsi yg menginformasikan bahwa vaksin sudah habis.Jakarta (ANTARA) – Kantor Staf Presiden (KSP) terus berupaya mengurai persoalan yg terjadi dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah sekaligus berusaha mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan yg ada.

Deputi II KSP Abetnego Tarigan mengatakan bahwa pihaknya selama 3 pekan terakhir mengerjakan pemantauan penanganan COVID-19 di 12 provinsi.

“Salah satu isu pemantauan yg banyak mendapat perhatian tinggi adalah vaksinasi,” mengatakan Abetnego dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Abetnego menyebutkan permasalahan vaksinasi antara satu daerah & daerah lain berbeda-beda.

Namun, dari berbagai temuan KSP, beberapa permasalahan yg kerap dihadapi daerah, antara lain: pertama, berkaitan dengan manajemen stok & distribusi vaksin di daerah.

Baca juga: KSP: Pandemi bukan kendala proteksi & pemberdayaan perempuan

Dikatakan pula bahwa koordinasi antara penugasan pemerintah daerah & penugasan TNI/Polri dalam hal distribusi vaksin masih perlu dilakukan perbaikan.

Ditemukan kejadian aliran distribusi vaksin lebih lancar pada TNI & Polri. Hal ini, menurut dia, berbeda dengan dari provinsi ke kabupaten.

“Ada juga (provinsi) yg menginformasikan bahwa vaksin sudah habis. Akan tetapi, menurut pencatatan kementerian semestinya masih ada di provinsi tersebut. Isu manajemen stok & distribusi vaksin ini sangat penting,” mengatakan Abetnego.

Permasalahan kedua, lanjut dia, mengenai ketersediaan sumber daya manusia untuk pelaksanaan vaksinasi.

Adapun pemasalahan ketiga adalah mengenai distribusi vaksin di daerah yg belum mempertimbangkan secara baik faktor urgensi, wilayah mana yg perlu jadi prioritas pelaksanaan vaksinasi.

Menurut dia, persoalan ketiga sangat dipengaruhi kekhawatiran pemimpin daerah atas pandangan berlaku tidak adil. Padahal, penentuan prioritas wilayah sangat penting di tengah keterbatasan yg terjadi saat ini.

“Misalnya, dengan kriteria wilayah dengan kasus tinggi & mobilitas penduduk yg tinggi,” ujarnya.

Untuk menjawab sejumlah persoalan tersebut, KSP sudah mengerjakan berbagai upaya, yakni: pertama, melaporkan hasil temuan di lapangan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Selanjutnya, dihinggakan oleh Kepala Staf Kepresidenan kepada Presiden secara langsung maupun melalui rapat kabinet.

Kedua, memberikan masukan untuk skenario pelaksanaan vaksinasi dalam upaya penguatan kapasitas vaksinasi di daerah. Selain bidan & tenaga kesehatan serta TNI/Polri yg sudah digerakkan, KSP mengusulkan adanya pengerahan tenaga medis lain, seperti dokter gigi & tenaga farmasi yg dilatih untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi.

Baca juga: Ribuan warga di Mandalika serbu vaksinasi presisi merdeka

KSP sudah mengerjakan berbagai pertemuan dengan organisasi profesi di bidang kesehatan untuk melihat peluang penguatan sumber daya manusia dalam pelaksanaan vaksinasi.

Abetnego mengatakan bahwa isu ini jadi krusial karena dalam waktu-waktu ke depan vaksin dalam jumlah akbar akan segera masuk ke Tanah Air.

“Jadi, harusnya sudah mempersiapkan sumber daya yg memadai,” katanya lagi.

Upaya ketiga yg dilakukan KSP adalah mendukung & menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah & kementerian terkait atas permasalahan-permasalahan vaksinasi yg terjadi di daerah supaya ada respons yg lebih cepat dari pemerintah pusat.

Dalam vaksinasi ini, KSP memandang perlu terus berupaya memberikan dukungan yg maksimal kepada pemerintah daerah supaya tercapai target-target vaksinasi.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2342038/ksp-terus-berupaya-mengurai-persoalan-pelaksanaan-vaksinasi-di-daerah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *