oleh

KSP: Pembangunan IKN cara revolusioner presiden wujudkan pemerataan

Slot SimakNews.com – KSP: Pembangunan IKN cara revolusioner presiden wujudkan pemerataan,

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Informasi & Komunikasi Politik Juri Ardiantoro pada Seminar Nasional Kesiapan Pemerintah dalam Menjawab Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara di Provinsi Kalimantan Timur dalam Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan, Senin (28/6). ANTARA/HO-KSP.

Jakarta (ANTARA) – Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro menyatakan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan cara revolusioner Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Langkah ini merupakan cara revolusioner Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan pemerataan ekonomi,” ujar Juri Ardiantoro pada Seminar Nasional Kesiapan Pemerintah dalam Menjawab Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara di Provinsi Kalimantan Timur, yg diselenggarakan dalam Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan, secara daring dari Gedung Bina Graha Jakarta, Senin.

Juri mengatakan, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal IV-2020, dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Rp15.434,2 triliun, Pulau Jawa masih mendominasi dengan porsi 58,75 persen, diikuti Sumatera 21,36 persen, Kalimantan 7,94 persen, Sulawesi 6,66 persen, Bali & Nusa Tenggara 2,94 persen, serta Maluku & Papua 2,34 persen.

Juri menilai jumlah penduduk yg akbar serta pembangunan infrastruktur yg sudah lebih dulu maju di pulau Jawa, menciptakan investor & masyarakat luar Jawa tertarik untuk mengadu nasib di Jawa.

Juri menegaskan, melalui IKN, Pemerintah bercita-cita membangun sebuah kota berbasis smart, green, beautiful & sustainable.

“Cita-cita ini sungguh penting. Tapi cuma akan jadi wacana & imajinasi kalau tidak dimulai untuk diwujudkan,” mengatakan Juri.

Dia menambahkan apabila cita-cita tersebut sudah diwujudkan, maka Indonesia akan memiliki rasa percaya diri, & menjadikan IKN penanda atau arah kemajuan bersama.

“Itu sebabnya di berbagai kota & peradaban dunia yg maju, simbol atau landmark punya peran sentral dalam kemajuan mereka. Kalau sekarang kita baru punya Monas, kelak kita harus punya landmark baru di Kalimantan,” ujar Juri.

Namun Juri menyadari, masih ada berbagai tantangan akbar dalam upaya memindahkan IKN. Pertama, soal pandemi COVID-19 yg harus jadi prioritas saat ini.

Juri menjelaskan, bagaimana pun perencanaan jangka menengah & jangka panjang tetap harus dilakukan-agar saat pandemi mereda, Indonesia sudah dapat langsung lepas landas.

“Jangan hingga tidak ada persiapan atau bahkan kehilangan cita-cita sama sekali,” jelasnya.

Baca juga: KSP: Pemerintah siapkan pengembangan SDM di Ibu Kota Negara baru

Tantangan kedua, terkait anggaran, di mana Pemerintah harus tetap berhemat.

Namun dia menekankan skema pembiayaan IKN tidak akan sering bergantung pada anggaran pendapatan & belanja negara atau APBN. Bagian terbesarnya justru berasal dari Kerjasama Pemerintah & Badan Usaha (Public-Private Partnership) & kontribusi atau investasi swasta.

“Perkiraan kasarnya, dari total dana sebesar Rp466 triliun yg dibutuhkan, APBN cuma sekitar Rp89,4 triliun, KPBU & swasta Rp253,4 triliun, sementara BUMN serta BUMD Rp123,2 triliun,” jelasnya.

Adapun terkait dukungan masyarakat, Juri meminta perlunya pencerahan bersama untuk mewujudkan cita-cita akbar ini. Kepada para mahasiswa, Juri mengingatkan supaya terus menempa diri menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 2045.

Baca juga: KSP: Pembangunan Ibu Kota Negara akan perhatikan kearifan lokal

“Jangan lupa, tahun 2045 atau memasuki 100 tahun Indonesia Merdeka, yaitu 24 tahun dari sekarang, mahasiswa akan memasuki usia matang. Usia para pemimpin. Pada saat itulah kalian harus memiliki sesuatu yg harus jadi kebanggaan dunia. Kalianlah para pemimpin yg akan mengelola Indonesia dengan Ibu Kota Negara yg sudah mendunia!” tegas Juri.

Juri menambahkan para pengurus BEM se-Kalimantan diharapkan menyiapkan diri dengan membangun kapasitas & jejaring supaya SDM sudah siap ketika ibu kota pindah.

Menurutnya, bonus demografi yg dipunyai harus dapat menjamin kesiapan SDM khususnya di daerah IKN & sekitarnya.

“Masih ada waktu untuk membangun jejaring & kapasitas sehingga nantinya rekan-rekan mahasiswa di Kalimantan dapat mengambil kendali kepemimpinan politik, sosial & moral,” mengatakan Juri.

Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menambahkan pemindahan IKN akan mendorong perekonomian provinsi yg berdekatan dengan Kaltim. Namun menururutnya pembangunan IKN juga harus tetap memperhatikan sejumlah aspek seperti aspek lingkungan & partisipasi masyarakat lokal.

Baca juga: KSP: Pembangunan wilayah harus dapat dirasakan langsung manfaatnya

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2236474/ksp-pembangunan-ikn-cara-revolusioner-presiden-wujudkan-pemerataan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *