oleh

Kronologis Anggota Satpol PP Berkelahi Dengan Ibu Hamil Versi Pemkab Gowa & Pengusaha

Slot SimakNews.com

Kronologis Anggota Satpol PP Berkelahi Dengan Ibu Hamil Versi Pemkab Gowa & Pengusaha

,

Online – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina menyesalkan, aksi salah satu Anggota Tim Pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kabupaten Gowa. Karena diduga mengerjakan pemukulan saat pemantauan aktivitas malam.

Korban disebut pasangan suami istri pemilik warung kopi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa.

“Kami tidak menyangka dalam supervisi yg saya pimpin semalam itu ada miskomunikasi antara Anggota Satpol PP dengan pemilik warkop yg kami singgahi saat di cek aktivitas malamnya. Sehingga menyebabkan adanya insiden keributan,” katanya, Kamis 15 Juli 2021.

Kamsina menjelaskan, awalnya regu turun mengerjakan patroli ke arah Kecamatan Pallangga & Bajeng. Untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Bahwa banyak pelaku usaha yg masih berjualan. Makan & minum di tempat.

Rabu 14 Juli 2021. Sekitar wilayah tersebut di atas jam 19.00 Wita. Sementara dalam aturan cuma boleh berjualan atau menerima makan minum di tempat hingga pukul 19.00 Wita.

Selanjutnya, dalam perjalanan menuju daerah Pallangga & Bajeng, dirinya & regu mendengar adanya keributan yg berasal dari suara musik di salah satu warung kopi.

“Sampai di depan Kantor Desa Panciro, kita berhenti karena mendengar suara musik akbar dari salah satu warkop,” mengatakan Kamsina.

Setelah mendengar suara musik tersebut regu lalu masuk ke warung kopi yg kebetulan pintunya masih terbuka. Tim yg dipimpin Kamsinah selaku Pj Sekda Gowa memasuki usaha tersebut. Menemui pemiliknya untuk menyampaikan supaya mengecilkan volume musik yg ditakutkan akan menganggu masyarakat sekitar atau mengundang pengunjung datang.

“Jadi kita masuk, Alhamdulillah menyampaikan kepada pemilik warkop dengan sopan, kalau dapat suara musiknya dikecilkan atau dimatikan saja. Karena ini akan mengundang orang untuk datang,” lanjut Kamsinah.

Selain itu, dirinya juga bersama regu meminta pemilik warung kopi untuk menutup pintu karena sudah di atas pukul 20.00 Wita. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Gowa terkait Perpanjangan PPKM Mikro.

“Kalau kita mengarah ke surat edaran ini artinya ini melanggar karena masih buka di atas jam 7 malam. Apalagi disertai dengan suara musik yg besar. Inikan dapat mengundang & memancing orang datang,” ujarnya.

Kepala Inspektorat Gowa menambahkan, setelah memberikan penjelasan kepada pemilik warung kopi, dirinya bersama regu langsung meninggalkan usaha tersebut. Hanya saja salah satu petugas masuk kembali untuk mempertanyakan izin operasi warung kopi tersebut.

Saat itulah mulai terjadi miskomunikasi yg menyebabkan keributan antara petugas & pemilik warung kopi.

“Kalau terkait insiden ini mungkin karena kesalahpahaman antara pemilik & petugas kami sehingga sama-sama emosi & menimbulkan keributan. Karena kita mulai awal di sana bicara sopan. Saya berharap insiden ini tidak terulang lagi,” katanya.

Dirinya juga meminta dukungan masyarakat untuk menyukseskan PPKM Mikro ini yg akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli mendatang.

“PPKM ini merupakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gowa supaya pandemi Covid-19 ini cepat berakhir. Olehnya itu mari dukung PPKM ini supaya kita dapat beraktivitas seperti biasa,” harapnya.


Kronologis Versi Pemilik Warung Kopi

Sebelumnya diberitakan, razia PPKM di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan berlangsung ricuh. Anggota Satpol PP terlibat perkelahian dengan perempuan hamil & suami.

Peristiwa ini viral di media sosial. Membuat warganet geram & mencari tahu siapa oknum Anggota Satpol PP yg dituding tidak persuasif dalam menegakkan aturan.

Informasi lain menyebutkan, pengusaha warkop yg memancing keributan. Karena melempar petugas saat mengerjakan razia. Kasus ini pun sudah dilaporkan & dalam penyelidikan polisi.

Ivan pengusaha Warung Kopi di Kabupaten Gowa yg didatangi petugas mengaku menerima perlakuan tidak sopan dari Anggota Satpol PP. Selain itu dia & istrinya mengaku dianiaya di dalam rumah yg juga dijadikan tempat usaha warung kopi.

Kepada wartawan, Ivan menceritakan kronologis peristiwa. Awalnya sejumlah Anggota Satpol PP yg mengerjakan razia PPKM masuk ke dalam warkop.

Suasana warkop sepi. Tapi Ivan & istrinya masih menyalakan musik. Karena sedang mengerjakan usaha online.

Salah seorang Anggota Satpol PP disebut menegur istri Ivan. Karena berpakaian seksi. Dianggap kurang sopan.

“Jadi istriku marah. Kenapa razia PPKM dihubungkan dengan baju. Itu kan warkop sekaligus rumah. Jadi wajar pakaian tidur,” ungkap Ivan kepada wartawan, Rabu 14 Juli 2021.

Tidak lama kemudian serang Anggota Satpol PP dengan bukti diri di baju bernama Dhani masuk kembali ke dalam warkop. Menghampiri istri Ivan yg sedang duduk.

Saat itu Ivan merekam mengpakai HP. Sehingga terjadilah keributan & pemukulan kepada Ivan & istrinya.

Tidak terima dengan peristiwa ini, Ivan & istrinya kemudian pergi melapor ke kantor polisi. Di kantor polisi, istri Ivan pingsan & harus dilarikan ke rumah sakit.(suara.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *