wanita 2 -
in

Kronologi Perempuan Maki-Maki Anggota TNI karena Ditegur Tak Pakai Masker, Berakhir Nangis

Online – Personel TNI bersama Satpol PP mendapat respons kurang pantas saat menegur seorang perempuan yg tak memakai masker di Pasar Ampera, Pulogadung, Jakarta Timur.

Ketika ditegur, perempuan tersebut malah tak terima lalu memaki-maki anggota TNI & Satpol PP.

Advertisements

Kejadian yg berlangsung Jumat (4/9/2020) itu terekam dalam video berdurasi 30 detik yg viral di masyarakat.

Kronologi

Peristiwa berawal saat petugas sedang mengerjakan razia protokol kesehatan di Pasar Ampera, Pulogadung, Jakarta Timur.

Di sana petugas mendapati seorang perempuan yg tak memakai masker lalu menegurnya.

Namun, perempuan yg diperkirakan berusia 30 tahun itu malah tak terima ditegur anggota TNI & Satpol PP.

Petugas gabungan lantas mencoba menenangkan perempuan yg menjinjing belanjaan tersebut. Bukannya tenang, emosi perempuan itu malah makin meninggi.

Sambil menunjuk paras prajurit TNI, perempuan itu mengeluarkan sederet makian.

“Ibu jangan seperti itu. Kita cuma mengingatkan saja,” mengatakan prajurit TNI itu mencoba menenangkan, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (5/9/2020).

Sejumlah pedagang & pengunjung Pasar Ampera yg menyaksikan peristiwa itu menyoraki perempuan tersebut.

Sadar disoraki, perempuan melempar barang belanjaannya kepada salah seorang pedagang.

Prajurit TNI lain & Satpol PP mencoba menenangkan keadaan dengan meminta para pedagang menghentikan sorakan kepada perempuan tersebut.

Pergi Sambil Menangis

Camat Pulogadung Bambang Pangestu membenarkan kejadian tersebut. Saat itu petugas memang sedang mengerjakan razia protokol kesehatan.

Mengutip laporan Satpol PP, peristiwa itu berakhir dengan perginya perempuan tersebut sambil menangis.

Perempuan tersebut pergi tanpa sempat mendapatkan sanksi pelanggaran Pergub DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, & Produktif.

Adapun sanksi yg semestinya dijalani perempuan tersebut adalah, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas biasa dengan mengenakan rompi. Atau denda administratif sebesar Rp250 ribu.

Tak Pakai Masker Disanksi Mengecat Beton

Sementara itu, di Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pelanggar PSBB transisi diberi sanksi sosial dengan cara melibatkan pelanggar mengecat beton pembatas di Jalan Ragunan Raya.

Menurut Lurah Pasar Minggu Gita Puspita Sari, sanksi tersebut berlaku pada saat razia masker selama satu pekan ke depan.

“Untuk giat masker kemarin kami sanksi sosial, diarahkan untuk menolong pengecatan barrier beton,” ujar Gita Puspita Sari saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/9/2020).

Menurut Gita, sanksi sosial mengecat beton pembatas sejalan dengan penataan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pada razia masker yg dilangsungkan pada Kamis (3/9/2020) kemarin, sedikitnya ada 17 orang yg terkena sanksi sosial.

Dari jumlah tersebut, 10 orang di antaranya mengecat beton pembatas, sedangkan dua lainnya memilih membayar denda.

“Semoga kita sadar diri bahwa Covid-19 itu nyata. Gunakan masker dengan benar, jaga jarak aman, cuci tangan & jangan kumpul-kumpul yg tidak perlu,” tutur Gita.

Gita pun mengingatkan, bahwa Covid-19 semakin masif penularannya. Karena itu Gita meminta masyarakat untuk sering waspada supaya tak jadi korban selanjutnya.(kompas.com)

Report

What do you think?

849 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0