dihujat karena diduga dukung anji rina nose buka suara -
in

KRONOLOGI Penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia, Tiba Pakai Pesawat Khusus

Online –

Sebelumnya, buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra akhirnya tiba di Indonesia, Kamis (30/7/2020) tepat pukul 22.40 WIB

Advertisements

Diketahui, Komjen Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung penjemputan buronan 11 tahun itu dari Malaysia.

Dipantau dari siaran langsung Breaking News Kompas TV, mulai turun dari pesawat spesifik Djoko Tjandra langsung mendapat kawalan ketat dari para petugas.

Tampak Djoko Tjandra mengenakan baju oranye yg bertuliskan tahanan di bagian belakangnya.

Listyo mengatakan, penangkapan Djoko Tjandra dilakukan oleh regu spesifik yg dibentuk atas perintah Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

“Kemudian regu spesifik mencari secara intensif keberadaan yg bersangkutan yg ada di Malaysia,” katanya.

Listyo melanjutkan, kemudian prosedur diteruskan dengan tindakan police to police berupa surat yg dikirimkan Kapolri kepada kepolisian di Malaysia untuk bersama-sama mengerjakan upaya pencarian Djoko Tjandra.

“Alhamdulillah tadi siang kita mendapatkan informasi bahwa yg bersangkuatan atau target dapat ketahui.”

“Oleh karena itu, tadi sore dari Bareskrim bersama regu spesifik Kadiv Propam berangkat untuk mengerjakan pengambilan.

“Berkat kerja sama kami, saat ini narapidana Djoko Tjandra sudah berhasil kita amankan,” tegasnya.

Menurut Listyo, penangkapan Djoko Tjandra juga sebagai jawaban atas keraguan masyarakat selama ini kepada institusi Polri.

“Tentuanya ini menjawab keraguan publik apakah Polri dapat menangkan, & hari ini kita menunjukkan Djoko Tjandra dapat kita amankan,” tandasnya.

Sebelumnya, perjalanan kasus Djoko Tjandra melalui lika-liku yg panjang.

Dikutip dari Kompas.com, skandal cessie Bank Bali bermula saat bank tersebut kesulitan menagih piutangnya yg tertanam di BDNI, Bank Umum Nasional (BUN), & Bank Tiara pada 1997.

Saat itu, krisis moneter melanda sejumlah negara termasuk Indonesia.

Total piutang di ketiga bank tersebut mencapai Rp 3 triliun.

Akan tetapi, hingga ketiga bank itu masuk perawatan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), tagihan tersebut tak kunjung cair.

Dikutip dari liputan spesifik Kontan, di tengah keputusasaannya, Direktur Utama Bank Bali, Rudy Ramli akhirnya menjalin kerja sama dengan PT Era Giat Prima (EGP).

Saat itu, Djoko Tjandra menjabat sebagai direktur.

Sementara, Setya Novanto yg kala itu sebagai Bendahara Umum Partai Golkar menjabat sebagai Direktur Utamanya.

Perjanjian kerja sama pun diteken pada 11 Januari 1999 oleh Rudy Ramly, Direktur Bank Bali Firman Sucahya & Setya Novanto.

Disebutkan bahwa EGP akan menerima fee sebesar setengah dari piutang yg dapat ditagih.

Bank Indonesia & BPPN akhirnya setuju untuk menggelontorkan uang sebesar Rp 905 miliar.

Namun, Bank Bali cuma kebagian Rp 359 miliar, sedangkan Rp 546 miliar sisanya masuk ke rekening PT EGP.

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul KRONOLOGI Lengkap Penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia, Tiba Gunakan Pesawat Khusus,

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0