oleh

Kronologi 15 Tahun Kasus GKI Yasmin Berujung Hibah Lahan

Slot SimakNews.com – Kronologi 15 Tahun Kasus GKI Yasmin Berujung Hibah Lahan,

Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan hibah lahan untuk pembangunan rumah ibadah baru untuk Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor, Minggu (13/7). Pemberian lahan itu dianggap sebagai solusi polemik penyegelan GKI Yasmin.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkap keputusan itu melewati rentetan panjang. Sebab, polemik GKI Yasmin sudah berlangsung selama 15 tahun.

“15 tahun kita bersama-sama mencurahkan energi & konsentrasi atas usaha untuk menyelesaikan konflik yg terus jadi duri dari toleransi kita, keberagaman kita & persaudaraan kita semua,” ungkap Bima Arya dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6).

Pada 19 Juli 2006 Pemerintah Kota Bogor menerbitkan IMB Nomor: 645.8-372/2006 untuk pembangunan rumah ibadah atas nama Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan (Yasmin). IMB itu diberikan di lahan yg terletak di jalan K.H Abdullah Bin Nuh nomor 31, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Namun, pada 11 Maret 2011 Pemkot mengeluarkan Keputusan Walikota Bogor Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan Keputusan Walikota Bogor Nomor 645.8- 372 Tahun 2006 tentang IMB atas nama GKI Pengadilan Bogor.

Pencabutan itu diambil karena muncul banyak penolakan dari warga terkait adanya kasus pidana pemalsuan persetujuan warga. Selain itu keputusan diambil dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kota Bogor pada tanggal 24 Januari 2011.

Kemudian pada 5 Juli 2012 Pemkot Bogor menawarkan rencana relokasi kepada Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (BPMS GKI). Hal itu mengacu pada surat Nomor 452.1/1845-Huk tentang Tawaran Rencana Relokasi GKI Taman Yasmin.

Rencananya relokasi akan dilakukan di Jalan Semeru Nomor 33 Kota Bogor.

Bima menyebut sedikitnya ada 30 pertemuan resmi, & 100 lebih pertemuan informal yg digelar untuk mencari ujung penyelesaian konflik.

Pada 16 Mei 2014 Pemkot Bogor menyambangi Kementerian Agama & Kementerian Dalam Negeri. Salah satu hasil pertemuan adalah supaya pihak jemaat bakal pos GKI Yasmin dapat duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini & dapat menerima kebijakan Pemerintah Kota Bogor untuk merelokasi gereja.

Kemudian pada 21 Januari 2015 Pemkot Bogor mengerjakan pertemuan dengan Ombudsman RI. Selain itu, pertemuan juga dilakukan dengan Kemenpolhukam.

Pemkot juga menunjuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mengerjakan verifikasi & mencari tahu jumlah jemaat yg setuju relokasi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor Hasbullah mengatakan, sejak 10 Mei 2021 FKUB mengerjakan verifikasi berkas untuk 90 jemaat pengguna rumah ibadah & 60 pendukung pendirian rumah ibadah dari warga sekitar itu masuk ke kami di FKUB di Kota Bogor. Dari hasil tersebut ratusan jemaat akhirnya setuju untuk dilakukan relokasi.

Lokasi hibah lahan untuk pembangunan rumah ibadah terletak di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Cilendek Barat seluas 1.668 meter persegi.

“Kami mendapati ada 144 tanda tangan jemaat & dilengkapi oleh tanda tangan 73 masyarakat,” ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, Jemaah GKI Yasmin tidak dapat beribadah di gereja mereka sendiri sejak disegel pemerintah kota karena desakan suatu kelompok.
Sengketa pendirian GKI Yasmin Bogor sendiri sudah berlangsung sejak 2012 lalu.

Bima pada April lalu menjanjikan bahwa permasalahan pendirian GKI Yasmin akan selesai tahun ini.

“Saya janjikan, saya pastikan bahwa insya Allah ujung terowongan itu sudah kelihatan, penyelesaian itu sudah ada. Dan insya Allah, disepakati bulat oleh semua pihak,” mengatakan Bima.(cnnindonesia.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *