oleh

KPU Bali larang pendaftaran calon bupati bawa gamelan baleganjur

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat mengadakan bincang-bincang dengan para awak media bertajuk Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020, di Denpasar (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Denpasar (SIMAKNEWS) – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali melarang pendaftaran calon bupati/wali kota untuk Pilkada Serentak 2020 di enam kabupaten/kota itu menyertakan massa pendukung atau diiringi gamelan baleganjur.

“Pada saat pendaftaran calon, tidak boleh ramai-ramai, tidak boleh bawa baleganjur. Yang boleh hadir ke KPU, masing-masing cuma penghubung (LO) yg membawa syarat administrasi & bakal pasangan calon itu sendiri,” mengatakan Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat mengadakan bincang-bincang dengan para awak media bertajuk Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020, di Denpasar, Jumat.

Pilkada Serentak 2020 di enam kabupaten/kota di Bali akan diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli, & Karangasem serta di Kota Denpasar, sedangkan untuk pendaftaran pasangan calon dijadwalkan pada 4-6 September 2020.

Baca juga: KPU Bali tak larang pengenalan pilkada dengan tatap muka

Menurut Lidartawan, pembatasan orang yg boleh datang ke KPU kabupaten/kota untuk pendaftaran calon itu untuk memenuhi ketentuan dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non-alam COVID-19, khususnya terkait protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Kalau melibatkan banyak orang, tentu ‘social & physical distancing’-nya yg dilanggar. Selain itu, untuk detailnya lagi terkait pencalonan itu sedang diproses Peraturan KPU-nya,” ujar mantan Ketua KPU Kabupaten Bangli itu.

Oleh karena dalam pendaftaran pasangan calon tidak boleh melibatkan massa, Lidartawan mewajibkan enam KPU kabupaten/kota di Bali yg jadi penyelenggara Pilkada 2020 untuk mengerjakan “live streaming”.

Baca juga: KPU Bali pastikan penyelenggara dilengkapi APD setiap tahapan pilkada

“Dengan adanya ‘live streaming’ jadi terbuka untuk umum. Demikian juga teman-teman media yg mau meliput secara langsung, akan kami berikan akses tetapi tidak banyak yg dapat masuk ke ruang pendaftaran,” ucapnya pada acara yg juga dihadiri enam Ketua KPU Kabupaten/Kota di Bali itu.

Terkait dengan persiapan tahap pendaftaran calon, dalam pekan ini KPU kabupaten/kota sudah mengerjakan pengenalan pencalonan kepada parpol & pemangku kepentingan terkait.

KPU kabupaten/kota selanjutnya juga akan menyiapkan “help desk” untuk menolong bakal pasangan calon yg akan mendaftar terkait persyaratan pencalonan maupun melayani pertanyaan sehingga nantinya proses pendaftaran calon dapat diterima dengan baik.

Baca juga: KPU Bali optimistis capai target partisipasi pemilih di Pilkada 2020

“Kami juga akan mengkoordinasikan kesiapan KPU kabupaten/kota, misalnya terkait RS mana yg akan dipakai untuk pemeriksaan kesehatan, apa kriteria sehat dari dokter, bagaimana prosesnya & sebagainya. Termasuk juga pembentukan pokja pencalonan yg di dalamnya melibatkan instansi luar seperti Kepolisian, Pengadilan Negeri, Dinas Kesehatan, pihak RS & Dinas Pendidikan,” ujar Lidartawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *