oleh

KPK Usut Peran Azis Syamsuddin & Fahri Hamzah di Kasus Ekspor Benur

Slot SimakNews.com

KPK Usut Peran Azis Syamsuddin & Fahri Hamzah di Kasus Ekspor Benur

,

Online – Nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin & anggota DPR Fahri Hamzah muncul di sidang kasus suap ekspor benih bening lobster atau benur dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan & Perikanan, Edhy Prabowo. Apa respons KPK?

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan akan mengusut peran Azis & Fahri dalam perkara suap ekspor benur. KPK terlebih dulu akan menganalisis fakta sidang yg ada untuk nantinya dihubungkan dengan alat bukti sehingga dapat membentuk fakta hukum.

“Fakta sidang perkara ini, baik keterangan saksi maupun para terdakwa, selanjutnya akan dianalisis regu JPU KPK dalam surat tuntutannya,” mengatakan Ali kepada wartawan, Rabu (17/6/2021).

“Analisis diperlukan untuk mendapatkan kesimpulan apakah keterangan saksi tersebut ada saling keterkaitan dengan alat bukti lain sehingga membentuk fakta hukum untuk dikembangkan lebih lanjut,” tambahnya.

Ali mengatakan tidak terutup kemungkinan KPK akan mengembangkan fakta perkara yg ada apabila sudah tercukupi setidaknya dua bukti permulaan.

“Prinsipnya, tentu sejauh kalau ada kecukupan setidaknya dua bukti permulaan yg cukup, kami pastikan perkara ini akan dikembangkan dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka,” jelasnya.

Nama Azis & Fahri Muncul

Jaksa KPK mengungkap percakapan komunikasi Edhy Prabowo dengan stafsusnya bernama Safri terkait informasi perusahaan yg hendak mengikuti budi daya & ekspor benur. Ada nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin & Fahri Hamzah dalam percakapan itu.

Safri mengkonfirmasi penyitaan handphone-nya. Jaksa kemudian membuka chat antara Safri & Edhy Prabowo.

“Ini ada WA dari BEP. Benar saudara saksi BEP ini pak Edhy Prabowo?” tanya jaksa KPK & diamini Safri.

Berikut ini percakapan Edhy & Safri yg dibaca jaksa KPK:

Edhy: Saf, ini orangnya Pak Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR mau ikut budi daya lobster, Novel Esda

Safri: Oke, Bang.

“Apa maksud Saudara saksi menjawab ‘oke, Bang’?” tanya jaksa.

“Maksudnya perintah beliau saya jalankan kalau untuk menolong secara umum, ya,” jawab Safri.

“Berarti ada perintah dari Pak Edhy pada saat itu?” timpal jaksa & dijawab ‘iya’ oleh Safri.

Hakim ketua Albertus Usada kemudian menanyakan lebih lanjut terkait perusahaan mana yg hendak dibawa Azis Syamsuddin untuk mengikuti ekspor benur. Namun Safri mengaku tidak ingat perusahaan apa.

Selain itu, jaksa KPK mengungkapkan ada percakapan Edhy dengan Safri pada 16 Mei 2020. Isinya, hampir sama dengan chat sebelumnya, tetapi di chat kedua ini bukan Azis lagi, melainkan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

“Pada tanggal 16 Mei juga, ‘Saf, ini regu Pak Fahri Hamzah mau jalan lobster. Langsung hubungi & undang presentasi. Saksi menjawab ‘oke, Bang.’ Benar itu?” tanya jaksa KPK & diamini Safri lagi.

“Berarti memang ada perintah dari Edhy? Saudara saksi masih ingat nama perusahaannya?” ucap jaksa.

Safri lagi-lagi mengaku tidak tahu. Dia mengaku saat itu cuma berkoordinasi dengan Andreau Misanta Pribadi yg juga stafsus Edhy & Ketua Tim Uji Tuntas Ekspor Benur.(detiknews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *