oleh

Komnas HAM Papua: Atasi kelompok bersenjata jangan timbul masalah HAM

Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandei. ANTARA/Evarianus Supar.

… jangan hingga begitu melihat masyarakat Papua memegang panah & membawa parang lalu dilihat sebagai ancaman…Timika (ANTARA) – Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandei, meminta tentara & polisi supaya benar-benar menghormati prinsip-prinsip HAM dalam mengerjakan operasi penegakan hukum kepada kelompok bersenjata Papua yg sekarang dicap sebagai kelompok teroris.

“Jangan hingga operasi-operasi ini justru nantinya menimbulkan problem-problem HAM yg baru di tengah masyarakat. Kami minta kedepankan pendekatan penegakan hukum, bukan pendekatan operasi,” mengatakan dia, di Timika, Minggu.

Baca juga: TNI siap tangkap seluruh anggota kelompok bersenjata di Papua

Pada Jumat (7/5), dia bersama sejumlah tokoh Papua, di antaranya Sekda Papua, Dance Yulian Flassy, Rektor Universitas Cenderawasih, Dr Apolo Safanpo, Ketua MUI Papua, Ustadz Islami Al Payage, & lain-lain menemui Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, & Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Prabowo, saat mengerjakan kunjungan kerja ke Timika.

Para tokoh Papua itu memberikan banyak masukan kepada mereka berkaitan keputusan pemerintah Indonesia menetapkan kelompok bersenjata sebagai kelompok teroris.

Baca juga: F-PKS DPR: Pemerintah supaya tindak tegas kelompok bersenjata

Salah satu yg dikhawatirkan adalah operasi kepada kelompok bersenjata dapat menyasar warga sipil lain.

“Kami minta kepada panglima TNI & kepala Polri supaya menata kembali pola komunikasi di antara satuan-satuan yg ditugaskan pascapenetapan kelompok ini jadi kelompok teroris. Di antara satuan yg ada, baik itu Kogabwilhan III, Kodam XVII/Cenderawasih & Polda Papua, harus ada pola komunikasi yg terbangun supaya tidak menimbulkan kegaduhan dalam kegiatan operasi mereka,” mengatakan Ramandei, yg merupakan mantan wartawan itu.

Baca juga: TNI siap tangkap seluruh anggota kelompok bersenjata di Papua

Menurut dia, satuan-satuan TNI & polisi yg dikirim ke Papua jangan hingga langsung diterjunkan ke daerah konflik seperti Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, & Kabupaten Nduga tetapi perlu mendapatkan pembekalan tentang kultur & pola kebudayaan masyarakat setempat.

“Sehingga jangan hingga begitu melihat masyarakat Papua memegang panah & membawa parang lalu dilihat sebagai ancaman langsung kemudian mengerjakan tindakan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Baca juga: Kogabwilhan III: KKSB pakai strategi licik & korbankan warga sipil

Ia yakin dengan mengutamakan prinsip penegakan hukum maka operasi yg dilakukan dapat terukur & tidak menyasar orang-orang lain yg tidak memiliki sangkut-paut dengan kelompok bersenjata.

Komnas HAM Papua, katanya, hingga saat ini terus mengerjakan tugas & fungsinya sebagai mediator antara aparat dengan kelompok-kelompok yg berseberangan di Papua.

Baca juga: Kelompok bersenjata aniaya & bunuh dua orang di Sugapa Papua

“Kami sudah mengerjakan komunikasi dengan sejumlah kelompok ini, tentu pandangan mereka bermacam-macam. Kami berterima kasih karena panglima TNI & kepala Kepolisian Indonesia menyanggupi berbagai usul, saran, & masukan yg dihinggakan tokoh-tokoh Papua,” mengatakan dia.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2146974/komnas-ham-papua-atasi-kelompok-bersenjata-jangan-timbul-masalah-ham

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *