oleh

Komisi IX DPR antusias dengan uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara

-Umum-5 views

Tim Komisi IX DPR RI berfoto bersama saat mengunjungi Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/2/2020). (ANTARA/ HO- Dok. Melki Laka Lena)

Jakarta (ANTARA) – Komisi lX DPR RI merasa antusias dengan pemaparan uji klinis fase 1 vaksin asli buatan dalam negeri atau Vaksin Nusantara saat mengunjungi Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

beincash

Saking antusiasnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan seluruh anggota DPR RI yg hadir saat itu siap ditunjuk jadi relawan uji klinis fase 2 setelah mengecek keamanan Vaksin Nusantara tersebut.

“Semua anggota Komisi IX yg hadir bersedia untuk relawan uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara,” mengatakan Melki kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sejumlah anggota Komisi IX DPR yg hadir yaitu Abidin Fikri dari Fraksi PDI Perjuangan, Darul Siska Fraksi Partai Golkar, Fadholi dari Fraksi Nasdem, Ade Riski Pratama dari Fraksi Gerindra, & Nurul Yasin dari Fraksi PKB.

Baca juga: Komisi IX DPR: masih banyak warga enggan divaksin COVID-19

Melki menambahkan, regu peneliti memaparkan Vaksin Nusantara kondusif untuk semua golongan, termasuk bagi warga yg memiliki penyakit penyerta (komorbid) & anak-anak.

“Lebih dari 30 orang yg diuji klinis tahap satu itu hasilnya kondusif & tidak menimbulkan efek & gejala apapun yg membahayakan. Dan hasil penelitian dari antibodinya atau imunogenitas atau kemampuan untuk menghasilkan daya tahan tubuh kepada COVID-19 itu juga tinggi,” mengatakan dia.

Melki menyampaikan hasil pemaparan dari regu peneliti Vaksin Nusantara yg mengpakai metode pengambilan sampel darah dari calon penerima vaksin, baru kemudian sampel tersebut diletakkan ke alat spesifik untuk kemudian dipertemukan dengan antigen.

Kemudian, sampel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibodi sebelum disuntikkan kembali kepada penerima Vaksin Nusantara setelah menghasilkan antibodi untuk melawan virus corona.

“Di dalam proses & darah itu tadi akan menghasilkan semacam antibodi & vaksin sendiri yg berasal dari orang tersebut,” mengatakan Melki.

Baca juga: Legislator serukan kemandirian obat & alat kesehatan

Meski begitu, ia mendorong supaya Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) segera mengecek hasil temuan dari uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara.

Komisi IX DPR mendorong supaya BPOM tidak cuma menunggu laporan dari setiap tahapan uji klinis namun turut terlibat memastikan pembuatan Vaksin Nusantara tersebut memenuhi standar & ketentuan yg berlaku.

“Dalam rangka menjaga keamanan & reputasi dari vaksin ini supaya setiap tahapan betul & memastikan bahwa semua kendala yg dihadapi dapat kami bantu dalam fungsi pengawasan. BPOM juga kami minta tidak cuma menunggu laporan, tetapi kalau dapat juga ikut dalam regu ini, jadi dapat diketahui bagaimana semua tahapan dalam pembuatan vaksin ini,” mengatakan Melki.

Komisi IX, lanjut dia, memastikan akan mengawal pengembangan Vaksin Nusantara terlebih vaksin COVID-19 ini dibuat secara personal & buatan anak bangsa.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong adanya percepatan dalam pengembangan Vaksin Nusantara berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Produksi & Penggunaan Obat & Alat Kesehatan Dalam Negeri.

Baca juga: Komisi IX DPR dorong penelitian vaksin COVID-19

“Kalau misalnya data dari regu peneliti setelah dicek lebih lanjut oleh BPOM memenuhi ketentuan pembuatan vaksin yg kondusif & berkhasiat, maka bangsa Indonesia dapat merayakan dengan suka cita temuan ini. Kita harus bersyukur anak bangsa sanggup menciptakan vaksin seperti ini,” ujar dia menandaskan.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2003457/komisi-ix-dpr-antusias-dengan-uji-klinis-fase-1-vaksin-nusantara

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *