oleh

Komisi III: RUU Perampasan Aset maksimalkan kembalikan kerugian negara

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh. ANTARA/HO-Humas Polda Sultra/am.

Pada prinsipnya saya mendukung & akan mendorong upaya tersebut untuk dijadikan prioritas untuk dibahasJakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meyakini Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana apabila jadi UU dapat jadi instrumen hukum untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara dari hasil tindak pidana.

beincash

Dia juga menilai RUU tersebut dapat jadi faktor penjera atau “deterrent factor” bagi pelaku tindak pidana korupsi & tindak pidana ekonomi lainnya yg banyak merugikan negara.

“Saya melihat RUU ini juga nantinya diharapkan dapat menyelesaikan ‘recovery asset’ kerugian negara dari kejahatan kejahatan ekonomi yg masih terus merajalela secara cepat,” mengatakan Pangeran Khairul Saleh di Jakarta, Jumat.

Dia menilai sanksi badan belum sanggup memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi & tindak pidana ekonomi lainnya.

Baca juga: Pakar: UU Perampasan Aset dibutuhkan supaya koruptor jera

Baca juga: (Bukan) angan-angan merampas aset koruptor

Menurut dia, pendekatan hukum pidana belum sanggup menyelesaikan persoalan kerugian negara secara cepat.

“Pada prinsipnya saya mendukung & akan mendorong upaya tersebut untuk dijadikan prioritas untuk dibahas,” ujarnya.

Politisi PAN itu meyakini proses penyelesaian RUU jadi UU akan mendapat perhatian dari pemerintah & DPR karena persoalan korupsi harus dapat dieleminasi.

Selain itu menurut dia diharapkan juga supaya pengembalian kerugian negara harus segera dikembalikan supaya kepercayaan publik meningkat & dalam rangka mewujudkan Indonesia yg lebih maju.

Baca juga: F-NasDem: RUU Perampasan Aset lebih bermanfaat daripada sanksi mati

Baca juga: ICW: RUU Perampasan Aset mudahkan penegak hukum berantas korupsi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2091202/komisi-iii-ruu-perampasan-aset-maksimalkan-kembalikan-kerugian-negara

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *