oleh

Komisi I: kejadian KRI Nanggala sinyal perlu peremajaan Alutsista

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto (HO-Facebook DPR)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai kejadian KRI Nanggala-402 yg hilang kontak di perairan Bali bagian Utara, jadi sinyal kuat bahwa diperlukan peremajaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yg dimiliki Indonesia.

“Kita tidak harap kejadian seperti ini kembali terjadi, kita tahu Alutsista di TNI sudah banyak yg tua & rusak. Ini kebijakan akbar & DPR harap melihat TNI yg kuat,” mengatakan Utut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia menyarankan supaya Menteri Pertahanan, Panglima TNI & para Kepala Staf Angkatan duduk bersama Presiden & Menteri Keuangan untuk merumuskan langkah kedepan terkait kondisi Alutsista Indonesia.

Baca juga: DPR: TNI & Bakamla koordinasi cari KRI Nanggala

Menurut Utut, dalam forum duduk bersama itu, perlu dipaparkan fakta & data seperti kondisi Alutsista Indonesia sudah banyak tua & rusak, kondisi keuangan negara, & apakah ada potensi perang konvensional atau tidak.

“Kalau tidak ada potensi perang konvensional, apa langkahnya (terkait kondisi Alutsista) karena ada yg berpendapat kita tidak akan ada perang secara konvensional namun sikap kita bagaimana?,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai kondisi Alutsista Indonesia sudah banyak yg tua sehingga sebaik apapun perawatannya namun tetap berisiko tinggi.

Baca juga: KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di Perairan Bali

Dia mencontohkan, pesawat Hercules sudah beberapa kali jatuh, & ketika itu terjadi, maka Indonesia sedih karena kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di Perairan Bali bagian utara, pada Rabu (21/04).

Saat ini sudah ada 5 KRI & satu helikopter yg mengerjakan operasi pencarian dengan kekuatan yg lebih dari 400 orang.

TNI menerima bantuan kapal penyelamat dari negara Singapura & Malaysia dalam proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

Baca juga: TNI: Komunikasi dengan KRI Nanggala terputus saat penembakan torpedo

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2115374/komisi-i-kejadian-kri-nanggala-sinyal-perlu-peremajaan-alutsista

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *