20170707komaruddin hidayat -
in

Komaruddin Hidayat: Perlu strategi perkukuh identitas nasional

Komaruddin Hidayat. ANTARA

Cita-cita bukti diri nasional yg sudah mulai luntur perlu strategi menghidupkannya, baik pada tataran konseptual filosofis maupun ideologis.Jakarta (SIMAKNEWS) – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Komaruddin Hidayat mengingatkan saat ini perlu strategi untuk memperkuat & memperkukuh bukti diri nasional.

Advertisements

Meskipun Pancasila sebagai pemersatu bangsa sudah selesai, menurut Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Indonesia sebagai sebuah bangsa yg dicita-citakan belum selesai.

“Artinya kita membangun bangsa & negara. Hidup ini diatur, disepakati, dipandu oleh nilai-nilai kebaikan, kemanusian, humanisme. Hal itu dirumuskan dalam Pancasila,” mengatakan Komaruddin Hidayat dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Komaruddin Hidayat: Pesantren ciptakan keberagaman moderat

Komaruddin mengemukakan hal itu saat membedah buku berjudul “Wawasan Pancasila: Bintang Penuntun untuk Pembudayaan” karya Yudi Latif, Minggu (2/8) malam.

“Jadi, ke depan ketika nanti makin muncul generasi baru, ketika dari etnisitas makin kendor. Sekarang ini ‘kan ikatan etnis makin kendor, kalau agama masih kentel. Nah, sekarang bagaimana ke depan bahwa Pancasila inilah sebagai identity & ini perlu perjuangan panjang & perlu strategi,” mengatakan Komaruddin.

Bedah buku tersebut diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) dengan pemateri lain adalah sosiolog UI Dr. Thamrin Amal Tomagola, pengamat militer Dr. Connie Rahakundini, pendeta Dr. Martun L. Sinaga, dipandu oleh pengamat politik UKI Dr. Sidratahta Mukhtar & Bursah Zarnubi sebagai host.

Menurut Komaruddin, mencari strategi menjadikan Pancasila sebagai bukti diri nasional mestinya tak kalah penting dengan Program Organisasi Penggerak (POP) yg diagendakan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Nadiem Makarim.

Pasalnya, mengatakan dia, Pancasila sebagai indentitas nasional yg diimajinasikan, dipikirkan, & digagas oleh para pendiri bangsa sudah mulai luntur akhir-akhir ini.

Baca juga: Komaruddin Hidayat: saling menghargai diperlukan untuk merawat kebhinekaan

Cita-cita bukti diri nasional yg sudah mulai luntur itu, lanjut dia, perlu ditemukan kembali strategi menghidupkannya, baik pada tataran konseptual filosofis maupun ideologis sehingga dapat jadi kaidah atau panduan kebijakan dalam mengelola pemerintah & negara.

Komaruddin juga mengapresiasi buku karangan Yudi Latif setebal 315 halaman yg diterbitkan oleh Mizan itu.

“Sebagai orang beragama maka bacaan saya perdana adalah kitab suci. Akan tetapi, sebagai warga negara ekonomis saya ini selayaknya jadi bacaan utama buku Yudi tentang Pancasila ini,” katanya.

Disebutkan Komaruddin, Yudi Latif berhasil melengkapi & mengembangkan hal-hal yg tidak sempat ditulis oleh para pendiri bangsa sehingga buku itu dapat disebut mewakili cita-cita para pemikir, intelektual, & pejuang yg ikut bersama-sama membayangkan Indonesia.

Baca juga: Munas Mapancas, Bamsoet: Hadirkan Pancasila dalam tiap sendi kehidupan

Komaruddin menilai tidak banyak orang Indonesia yg memikirkan Indonesia sebagai home, tetapi mereka lebih bicara Indonesia sebagai house, tempat berkompetisi, berebut kekuasaan, & menghitung APBN.

“Maka, saya bahagia sekali kehadiran buku (Wawasan Pancasila) ini karena mengingatkan kembali. Dalam konteks ini, Yudi itu blessing bagi orang yg mikir kebangsaan. Akan tetapi, persoalannya kemudian siapa yg kemudian membantu, men-support, memikiran ide-idenya, & seterusnya,” katanya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1646522/komaruddin-hidayat-perlu-strategi-perkukuh-identitas-nasional

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0