oleh

Koalisi Guru Besar Antikorupsi Surati Presiden Jokowi, Petrus Bereaksi, Menohok – Nasional

Slot SimakNews.com – Koalisi Guru Besar Antikorupsi Surati Presiden Jokowi, Petrus Bereaksi, Menohok – Nasional,

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus. Foto: Dok. Slot Informasi Online

jpnn.com, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengkritisi surat Koalisi Guru Besar AntiKorupsi kepada Presiden Jokowi pada Senin 24 Mei 2021.

Sebanyak 73 Guru Besar dari sejumlah universitas itu meminta Presiden Jokowi mengawasi KPK & memerintahkan Ketua KPK Firli Bahuri dkk mengaktifkan kembali 75 Pegawai KPK Nonaktif.

“Permintaan Koalisi Guru Besar dimaksud, jelas bertentangan dengan Independensi KPK,” mengatakan Petrus di Jakarta, Kamis (27/5).

Slot info lainnya:
  • Polemik Pemberhentian 51 Pegawai KPK, Ini Pernyataan Tegas Moeldoko

Menurut Petrus, di dalam Pasal 3 UU Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK, dengan tegas menyatakan bahwa KPK adalah lembaga negara dalam rumpun kekuasaan ekskutif, yg dalam menjalankan tugas & wewenangnya bersifat independen & bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun.

Begitu pula dengan UU Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK adalah produk Legislasi (DPR) yg di dalamnya terkandung pemikiran para Guru Besar yg disebut “Naskah Akademis” sebagai salah satu syarat dalam pembuatan UU.

“Oleh karena itu ajakan Koalisi Guru Besar, untuk Presiden Jokowi menyimpang dari UU. Itu jelas sebagai pelacuran intelektual demi kepentingan lain di luar tujuan perbaikan KPK,” tegas Advokat Peradi itu.

Slot info lainnya:
  • Perwakilan 75 Pegawai KPK Kembali ke Komnas HAM, Bawa Data Tambahan
  • Mempertahankan Pegawai KPK Tak Lolos TWK Bisa Melanggar Undang-Undang

Oleh karena itu, Petrus meminta Presiden Jokowi harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam Surat permintaan Koalisi Guru Besar tersebut.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *