oleh

KJRI Kuching imbau PMI patuhi aturan “lockdown” pemerintah Malaysia

Konsul Jenderal Indonesia di Kuching, Yonny Prayitno,di Kuching, Selasa, mengimbausemua WNI di negara bagian Sarawak,Malaysia, supaya sering mematuhi peraturan yg sudah dikeluarkan pemerintah setempat tentang penutupan total negara itu. ANTARA

Pontianak (ANTARA) – Konsul Jenderal Indonesia di Kuching, Yonny Tri Prayitno, mengimbau para PMI/WNI yg ada di seluruh negara bagian Sarawak, supaya sering mematuhi peraturan yg sudah dikeluarkan pemerintah terkait penutupan total alias lockdown sebagai akibat peningkatan kasus Covid-19 di negara itu.

“Kami masih menunggu arahan dari Kerajaan Sarawak, apakah ada tambahan pengetatan atau pengurangan dari aturan yg sudah diumumkan PM Malaysia. Intinya memperketat pergerakan & aktifitas penduduk pada Hari Raya Idul Fitri,” mengatakan dia, saat dihubungi melalui telepon seluler di Sarawak, Selasa.

Baca juga: Malaysia kembali berlakukan penguncian nasional

Ia menjelaskan, kebijakan yg sudah diumumkan Senin (10/5) oleh PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, berisikan pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan, di antaranya melarang mengerjakan perjalanan antar daerah atau antar negeri atau pulang kampung Lebaran, mengerjakan kerumunan & lain-lain.

“Dari pengumuman PM Malaysia itu akan diberlakukan dari 10 Mei 2021 hingga 6 Juni 2021. Hal ini untuk meredam penyebaran Covid-19 pada gelombang ke-3, di seluruh Malaysia,” mengatakan dia.

Baca juga: Pulang dari Malaysia, puluhan pekerja migran tiba lagi di Pamekasan

Kepada PMI/WNI yg saat ini masih berada di Sarawak, Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching minta untuk bersabar & tetap di rumah saja serta ikuti arahan & panduan tersebut demi keselamatan bersama & terhindar dari terjangkit virus Covid-19.

Berdasarkan informasi saat ini melalui edaran pers Yasin hingga 10 Mei 2021 disebutkan kasus harian lebih dari 4.000 kasus. Kemudian ada 37.396 kasus aktif dengan 1.700 kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh wilayah Malaysia. Sementara untuk di wilayah Sarawak penambahan kasus baru Covid-19 pada hari yg sama yaitu sebanyak 649 kasus baru.

Baca juga: Ratusan pekerja dipulangkan dari Malaysia terinfeksi COVID-19

Untuk itu, mengatakan Prayitno, sejak 1 Mei 2021, Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching tidak lagi mengeluarkan surat jalan bagi PMI/WNI yg pulang mandiri. Kalaupun masih ada itu sedikit sekali karena mereka itu pakai surat jalan yg sudah dibuat sebelum ada larangan mudik Lebaran.

“Kami dari KJRI cuma menolong pemulangam bila kondisi spesifik sekali, seperti ada PMI yg sakit, hamil & mempunyai bayi. Kepada mereka ini masih diberikan bantuan pemulangan melalui koordinasi dengan Satgas pemulangan & mengikuti prokes Covid-19,” katanya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2150490/kjri-kuching-imbau-pmi-patuhi-aturan-lockdown-pemerintah-malaysia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *