oleh

Kisah Ari Dirikan Flip.id yg Sempat Mau Ditutup BI, Kini Masuk Forbes 30

Online – Bisnis start up saat ini sudah jadi salah satu bidang yg sangat digemari oleh berbagai kalangan, khususnya kawula muda. Terlebih, generasi muda di zaman sekarang yg sudah sangat akrab dengan teknologi & sangat kreatif dalam memanfaatkannya.

Salah satu bisnis start up yg di Indonesia yg cukup diketahui adalah Flip.id. Aplikasi yg memungkinkan penggunanya untuk mengerjakan transfer antarbank tanpa biaya administrasi ini didirikan oleh seorang pengusaha muda bernama Rafi Putra Ariyyan bersama kedua sahabatnya, Luqman Sungkar & Ginanjar Ibnu Solikhin.

Mereka bertiga merupakan alumni Jurusan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia. Dengan mendirikan Flip.id, mereka bertiga berhasil tercatat sebagai bagian dari “Forbes 30 Under 30 Indonesia” tahun 2021 untuk kategori Finance and Venture Capital bersama sederet anak muda sukses lainnya.

Awal berdirinya Flip sendiri bermula dari Rafi Putra Ariyyan, pemuda kelahiran Padang, 8 Juli 1994 yg tak sengaja terpikir untuk menciptakan aplikasi transfer antarbank tanpa biaya administrasi, berangkat dari keluhan adanya biaya administrasi sebesar Rp 6.500 pada tiap transfer antarbank.

Ide ini kemudian dieksekusinya bersama kedua sahabatnya pada 2015 lalu. Berbekal ilmu kuliah serta pengalaman magang di Kitadapat.com, Ari bersama kedua temannya mulai meluncurkan prototipe aplikasinya & untuk mulai proses transaksinya, mereka memanfaatkan Google Form yg disebarkan kepada pelanggan perdana mereka, yakni teman-teman mahasiswa.

Tak disangka, ide ini memperoleh respon yg luar biasa. Baru sebentar berdiri, Flip sudah banyak digemari. Dalam 4 hari perdana beroperasi saja, Flip sudah memproses hingga 100 transaksi & terus meningkat drastis. Hanya saja dalam perjalanan selanjutnya, mereka harus melalui banyak rintangan sebelum jadi sesukses saat ini.

Pada awal-awal jalannya Flip, Ari bersama kedua temannya cuma bertiga & bersusah payah harus mengurus bisnis yg rumit tersebut. Sementara, jumlah pelanggan Flip saat itu sudah cukup banyak & sangat sulit apabila harus diurus cuma oleh mereka.

Namun seiring waktu, masalah-masalah sistem perlahan berhasil mereka atasi pada 2016. Bahkan saat itu, transaksi yg berjalan di Flip mencapai Rp 13 miliar per Juni 2016 dengan jumlah pengguna mencapai puluhan ribu dari berbagai wilayah Indonesia.

Pernah pula perusahaan start up yg mereka bangun menjelang kelulusan mereka itu sempat terjerat masalah dengan Bank Indonesia (BI). Bisnis mereka ini sempat terancam akan ditutup oleh BI karena dianggap ilegal & tidak memenuhi syarat Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU).

Banyak sekali prosedur BI yg cukup rumit & perlu mereka penuhi, seperti harus mengurus izin ke Direktorat Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) hingga harus mengerjakan verifikasi tatap muka dengan para pelanggan mereka yg saat itu jumlahnya sudah sangat banyak.

Masalah ini bahkan sempat menciptakan Ari kehilangan motivasi & harap menutup Flip. Meskipun akhirnya, ia memilih untuk belajar dari kesalahannya & melanjutkan Flip. Ia akhirnya mulai mengikuti prosedur & panduan dari BI. Alhasil pada 4 Oktober 2016, Flip berhasil mendapatkan izin resmi BI.

Sejak saat itu, Flip terus berkembang jadi sangat maju, bahkan hingga dilirik oleh investor. Hingga kini, Flip sudah melayani lebih dari 3 juta pengguna dengan menyediakan dua layanan, yakni Flip Reguler yg melayani transfer antarbank gratis biaya administrasi dengan transfer maksimal Rp 5 juta (jika lebih dikenakan biaya Rp 2.500, & untuk perusahaan Rp 3.500), serta Big Flip yg melayani transfer antarbank ke banyak rekening dalam sekali proses.

Flip sendiri kini sudah bekerja sama dengan sejumlah bank di Tanah Air seperti Bank BCA, Mandiri, BNI, BRIU, CIMB Niaga, & banyak lagi & sudah memproses transaksi lebih dari Rp 24 triliun. Kini, Ari menjabat sebagai CEO Flip, sementara Luqman jadi CTO & Ginanjar sebagai CPO.(kumparan.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *