kimia -
in

Kimia Farma Polisikan Oknum Dokter yg Lecehkan Wanita di Bandara Soetta

Online – PT Kimia Farma Diagnostika, penyedia layanan rapid test di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan melaporkan oknum dokter yg mengerjakan pemerasan & pelecehan seksual kepada wanita di bandara tersebut ke polisi.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini menegaskan, pihaknya akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum guna menindaklanjuti kasus tersebut.

Advertisements

“PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yg diduga mengerjakan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila & intimidasi,” mengatakan Adil dalam keterangan pers yg diterima Suara.com, Sabtu (19/9/2020).

Setelah viralnya kronologi kejadian pemerasan & pelecehan seksual yg menimpa LHI (23), PT Kimia Farma Diagnostika & PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta langsung mengerjakan investigasi internal.

Adil juga mengaku sudah menghubungi korban berinisial LHI (23) guna menindaklanjuti laporan.

“PT Kimia Farma Diagnostika sudah menghubungi korban atas kejadian yg dilakukan oleh oknum tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi mengaku sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut.

Agus mengatakan, PT Angkasa Pura II akan memberikan dukungan guna mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk keperluan pemeriksaan CCTV & lainnya.

“Kami memberikan perhatian penuh kepada informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yg saat ini tengah mengerjakan penyelidikan mengenai hal ini,” ungkap Agus.

Agus berharap insiden serupa tidak akan pernah terulang kembali. Ia mengimbau kepada seluruh stakeholder PT Angkasa Pura II untuk menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta.

“Bersama-sama, PT Angkasa Pura II & stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta,” tegasnya.

Diperas lalu Dilecehkan

Seorang wanita berinisial LHI (23) jadi korban pemerasan & pelecehan seksual saat menjalani rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Sepekan sebelum mengerjakan rapid test, LHI sudah menjalani tes serupa dengan hasil nonreaktif seusai bepergian dari Australia. LHI percaya diri hasil rapid test-nya di Bandara Soetta akan menunjukkan nonreaktif juga.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan rapid test di bandara sekitar dua jam sebelum keberangkatan di Bandara Soetta, oknum dokter memberitahu bila hasil rapid test LHI reaktif.

Oknum dokter tersebut menawarkan LHI untuk menjalani tes ulang & dimanipulasi datanya, supaya ia dapat tetap terbang ke rute tujuan Nias, Sumatera Utara. Oknum dokter tersebut meminta imbalan sebesar Rp 1,4 juta.

Seusai LHI mentransfer uang tersebut ke rekening pelaku, pelaku justru mengerjakan pelecehan seksual kepada LHI.

Tak hingga di situ, pelaku juga terus meneror korbannya dengan mengirimkan pesan melalui WhatsApp.(suara.com/artikelasli)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0