oleh

Ketua MPR minta Kemenkes fokus selesikan vaksinasi dosis kedua

Slot SimakNews.com – Ketua MPR minta Kemenkes fokus selesikan vaksinasi dosis kedua,

Petugas medis menunjukkan vaksin Moderna saat vaksinasi takaran ketiga untuk tenaga kesehatan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (13/8/2021). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.)

Jakarta (ANTARA) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) fokus menyelesaikan vaksinasi COVID-19 takaran perdana & kedua sebelum membahas pelaksanaan pemberian takaran ketiga bagi masyarakat umum.

“Kemenkes supaya segera merampungkan target pemberian vaksin takaran perdana & kedua terlebih dulu demi tercipta herd immunity (kekebalan kelompok) sebelum pemberian booster akan dilaksanakan,” mengatakan Bambang Soesatyo sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (25/8), menyampaikan rencana pemerintah menyediakan vaksinasi takaran ketiga (booster) untuk masyarakat biasa secara berbayar pada awal 2022.

Baca juga: 450 ribu tenaga kesehatan sudah dapat vaksinasi COVID-19 takaran ketiga

Terkait itu, Ketua MPR RI meminta Kemenkes menciptakan kajian yg lengkap termasuk perhitungan yg jelas mengenai rencana vaksin takaran ketiga berbayar itu.

“Pemerintah harus menjelaskan dasar atau alasan dari rencana penerima vaksin takaran ketiga nantinya secara gratis, yaitu cuma penerima bantuan iuran/PBI saja,” mengatakan Bambang Soesatyo atau yg populer dengan nama Bamsoet.

Di samping itu, Bambang Soesatyo meminta pemerintah memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksin takaran ketiga, khususnya untuk mereka yg sudah mendapatkan vaksin COVID-19 takaran perdana & kedua.

“(Dengan begitu masyarakat, Red.) dapat mengetahui secara pasti urgensi dari rencana pemberian booster tersebut,” sebut Ketua MPR RI.

Ia juga menyampaikan Kemenkes perlu menciptakan perencanaan distribusi vaksin takaran ketiga secara optimal, mulai dari perencanaan, sosialisasi, & penjelasan kepada masyarakat.

“Jenis vaksin yg akan dipakai, ketersediaan vaksin serta kesiapan vaksinator yg memadai,” tambah Bamsoet.

Baca juga: Kemenkes: Dosis ketiga vaksin untuk nakes, bukan masyarakat umum

Sejauh ini, vaksin takaran ketiga cuma diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Kemenkes menetapkan vaksin buatan Moderna sebagai booster untuk tenaga kesehatan yg beberapa akbar sudah menerima vaksin takaran perdana & kedua buatan Sinovac Biotech Ltd.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 33 juta orang di Indonesia sudah menerima vaksin COVID-19 takaran kedua. Jumlah itu baru memenuhi 15,89 persen dari target yg ditetapkan oleh pemerintah.

Sejauh ini, vaksin COVID-19 yg tersedia di Indonesia diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd, AstraZeneca & Oxford University, Sinopharm, Moderna, & Pfizer & BioNTech.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers virtual di Jakarta pekan ini mengatakan pihaknya berencana menargetkan vaksinasi hingga 50 juta takaran per bulan mulai September 2021 sehingga target vaksinasi pada Januari 2022 dapat terpenuhi.

“Kita memang merencanakan selesai vaksinasi satu tahun. Presiden minta kalau dapat tadinya kita lakukannya dalam waktu 15 bulan, diminta selesai dalam 12 bulan,” mengatakan Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers.

Sejak vaksinasi COVID-19 bergulir pada 13 Januari 2021, mengatakan Budi, pemerintah menetapkan penyuntikan sebanyak 426 juta takaran yg ditargetkan rampung pada Januari 2022.

Baca juga: 4.822 tenaga kesehatan di Jaksel sudah divaksin takaran ketiga

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2353530/ketua-mpr-minta-kemenkes-fokus-selesikan-vaksinasi-dosis-kedua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *