oleh

Ketua MPR: Kurangnya nasionalisme generasi muda menjadi ‘bom waktu’

Slot SimakNews.com

Ketua MPR: Kurangnya nasionalisme generasi muda menjadi ‘bom waktu’

,

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI/pri. (ANTARA/HO-MPR RI)

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa kurangnya nasionalisme pada generasi milenial dapat jadi ‘bom waktu’ bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan ketika menanggapi hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yg mencatat bahwa masih ada sekitar 10 persen generasi milenial yg setuju untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

“Jika tidak disikapi dengan hati-hati & bijaksana, akan jadi ‘duri dalam daging’ dalam pembangunan wawasan kebangsaan. Bahkan dapat jadi ‘bom waktu’ yg dapat meledak ketika mendapatkan momentum,” mengatakan Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, melalui keterangan tertulis yg diterima oleh ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Terdapat lembaga lain yg juga mengerjakan survei terkait Pancasila di kalangan milenial selain CSIS. Komunitas Pancasila Muda merilis hasil survei mereka pada akhir Mei 2020. Tercatat ada sekitar 19,5 persen generasi muda menganggap bahwa Pancasila tidak relevan bagi kehidupan.

“Bahkan beberapa responden berpandangan Pancasila hanyalah istilah yg tidak benar-benar dipahami maknanya,” tutur Ketua MPR RI tersebut dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPI Malaysia) yg diselenggarakan di dalam jaringan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, berdasarkan Sensus Penduduk 2020 yg dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2021, tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Sebanyak 70,72 persen penduduk usia produktif, & hampir 69 persen, atau sekitar 131,6 juta jiwa, adalah sumber daya manusia potensial yg berusia antara 15 hingga 44 tahun.

Baca juga: Bamsoet ajak pelajar RI di Malaysia kembangkan semangat nasionalisme
Baca juga: Ketua MPR: Ada kekosongan nilai kebangsaan dari generasi muda
Baca juga: Eva: Pasal penodaan bendera negara jangan sumbat nasionalisme seniman

Generasi milenial, ketika kemerdekaan Indonesia sudah genap 100 tahun, akan jadi penerus estafet kepemimpinan. Bila tidak dibekali dengan wawasan kebangsaan & semangat nasionalisme, maka akan berbahaya bagi Indonesia.

“Saat ini adalah waktu yg tepat bagi kita menyiapkan generasi muda bangsa untuk menyongsong era Indonesia Emas,” ucap Bamsoet.

Oleh karena itu, berdasarkan pentingnya peran generasi milenial pada tahun 2045 nanti, Bamsoet berupaya untuk mengajak generasi muda, khususnya pelajar & mahasiswa Indonesia, untuk mulai berperan aktif dalam menyampaikan narasi kebangsaan.

“Untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalisme, membangun karakter, & wawasan kebangsaan,” tuturnya melanjutkan.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengkhawatirkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda akan semakin memudar akibat derasnya arus globalisasi. Untuk itu, melalui karya nyata & narasi-narasi kebangsaan, ia berupaya membangkitkan semangat nasionalisme & wawasan kebangsaan generasi milenial.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2313734/ketua-mpr-kurangnya-nasionalisme-generasi-muda-menjadi-bom-waktu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *