oleh

Ketua KPU & Bawaslu Yalimo memilih mundur daripada gelar PSU Kedua

Slot SimakNews.com

Ketua KPU & Bawaslu Yalimo memilih mundur daripada gelar PSU Kedua

,

Ketua KPU Yalimo Provinsi Papua Yehemia Walianggen (kiri) saat ditemui awak media. ANTARA/Marius Frisson Yewun/am.

Wamena (ANTARA) – Ketua KPU Yalimo Provinsi Papua Yehemia Walianggen & Ketua Bawaslu Yalimo Habakuk Mabel memilih mengundurkan diri dari jabatan sebab merasa tidak sanggup menjalankan lagi tugas sebagaimana putusan Mahkama Konstitusi (MK) untuk diselenggarakannya Pemilihan Suara Ulang (PSU) Bupati & Wakil Bupati Yalimo yg kedua kalinya.

Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen melalui telepon selulernya, Senin, mengatakan berbagai tahapan pemilihan sudah dilakukan secara maksimal, termasuk PSU dua distrik namun semua hasil itu dibatalkan oleh MK.

“Saya secara pribadi menyatakan tidak akan melaksanakan proses PSU (untuk kedua kalinya) di Yalimo lagi & akan hinggakan kepada pimpinan saya di KPU Provinsi & KPU RI kalau saya akan mundur dari jabatan Ketua KPU Yalimo,” katanya.

Mantan Ketua Bawaslu Yalimo itu yakin kalau PSU kedua kali yg diputuskan dilaksanakan maka akan mengakibatkan akibat kerusuhan yg lebih akbar di masyarakat.

“Kalau PSU dipaksakan, akan sangat berbahaya sebab akan bermuara kepada konflik horizontal antara masyarakat, khususnya juga penyelenggara KPU karena pasti akan diganggu & proses ini tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Baca juga: Flash-Usai putusan MK, massa bakar fasilitas pemerintah di Yalimo
Baca juga: Kapolda sebut pendukung paslon Erdi-Jhon lakukan pembakaran di Yalimo
Baca juga: Polda Papua kirim dua regu Brimob bantu amankan Yalimo

Ketua Bawaslu Yalimo Habakuk Mabel mengaku segera mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebab kondisi daerah tidak menjamin keselamatan dirinya sebagai penyelenggara.

“Pada prinsipnya Ketua KPU & Bawaslu Yalimo tidak akan mengerjakan putusan MK untuk PSU lagi & memilih mengundurkan diri karena persiapannya kita sudah mengerjakan untuk Pilkada Desember 2020 & PSU Mei 2021 dengan baik namun karena putusan MK yg tidak jelas ini menciptakan kami tidak dapat paksakan tahapan ini,” katanya.

Pada tahapan pemilihan bupati perdana & PSU perdana di dua distrik, penyelenggara menghadapi keadaan yg berat namun berupaya menyukseskan semua proses hingga berhasil & muncul putusan MK untuk dilakukan PSU lagi.

“Meskipun putusan MK bersifat final & mengikat tetapi kami pada prinsipnya tidak dapat memaksakan karena kondisi yg dialami di daerah sangat sulit. Kita penyelenggara diancam habis-hadapatn. Kami merasa kemarin itu sudah sukses tetapi semua dibatalkan,” katanya.

Dirinya khawatir kalau putusan MK itu dilaksanakan maka bukan saja berdampak seperti perusakan atau pembakaran fasilitas pemerintah tetapi dapat saja berimbas pada kekerasan fisik kepada masyarakat Yalimo.

“Saya tidak mau mengawasi tahapan ini (PSU ke dua kali) sebab atas putusan MK kemarin masyarakat secara spontan mengerjakan perusakan, pembakaran fasilitas pemerintah daerah & jangan lagi berimbas pada kekerasan fisik pada masyarakat lain,” katanya

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2249442/ketua-kpu-dan-bawaslu-yalimo-memilih-mundur-daripada-gelar-psu-kedua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *