oleh

Ketua Komisi III DPR dukung Polri terus mengungkap jaringan teroris

Arsip-Ketua Komisi III DPR Herman Hery. ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp.

Saya mendesak Polri mengusut tuntas jaringan terorisme di IndonesiaJakarta (ANTARA) – Komisi III DPR RI mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas & terus mengungkap jaringan terorisme di Tanah Air. Ketua Komisi III DPR Herman Hery, di Jakarta, Rabu, mengatakan tindakan teroris sangat melukai rasa kemanusiaan & tidak dibenarkan oleh seluruh umat beragama. “Saya mengecam & mengutuk aksi terorisme yg belakangan terjadi di Tanah Air. Saya mendesak Polri untuk mengusut tuntas jaringan terorisme di Indonesia,” mengatakan Herman. Densus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, & Jalan Raya Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, setelah bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret, Pada Rabu sore teroris mengerjakan aksinya di Mabes Polri. Seorang perempuan menodongkan senjata api ke arah polisi, & polisi kemudian mengambil tindakan terukur. Herman mengapresiasi kesigapan polisi yg dengan cepat berhasil menindak pelaku. “Petugas pengamanan sudah mengerjakan tindakan yg terukur untuk mencegah eskalasi aksi teror tersebut,” mengatakan Herman. Tetapi, menurut dia, fungsi intelijen harus terus ditingkatkan. Dia menilai penangkapan terduga teroris belum efektif membenamkan potensi aksi teror. “Saya meminta kepada Polri & BNPT sebagai kawan kami untuk memperkuat fungsi intelijen dalam mendeteksi kejadian serupa di kemudian hari. Kejar & tangkap pelaku teror ini hingga akarnya,” katanya pula. Anggota Komisi III DPR Adde Rosi Khoerunnisa menjelaskan berdasarkan data BNPT, jumlah teroris mencapai 6.000 lebih. Menurut dia, hal ini dapat meresahkan & mengganggu keamanan & ketenteraman masyarakat. “Saya mendorong supaya BNPT & Densus supaya terus menelusuri, menangkap, serta terus mengerjakan pencegahan dengan menggandeng kementerian/lembaga. Misal dengan Kominfo, supaya situs-situs penyebar paham radikal diblokir, sehingga tidak dapat diakses masyarakat,” mengatakan Adde Rosi. Adde mengatakan dalam rapat dengan Komisi III DPR, BNPT pernah menyampaikan terkait minimnya anggaran. Tetapi Komisi III DPR berkomitmen sering mendukung setiap kebutuhan baik untuk penangkapan maupun program deradikalisasi. “Secara pribadi saya mendukung supaya pengungkapan jaringan teroris ini diusut tuntas hingga ke akarnya serta pemenuhan informasi yg seksama kepada masyarakat, supaya tidak timbul kepanikan,” ujar Adde Rosi. Sedangkan anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto mengatakan pemberantasan terorisme tidak dapat cuma dengan menangkap tokoh-tokohnya. Pencegahan harus diperkuat, sebab terorisme berkaitan dengan ideologi & pemahaman yg berbeda. “Di sini, BNPT harus lebih berperan,” mengatakan dia. Dia mendorong penguatan BNPT sebagai role model dalam pencegahan terorisme. Wihadi berharap BNPT dapat memberikan program-program yg lebih mengena dengan dasar Undang-Undang Antiterorisme. “Tidak cuma penindakan, tetapi pencegahan & itu ada di BNPT. Instrumennya sudah jelas ada di UU Antiteroris yg baru,” ujar Wihadi pula.
Baca juga: Pengamat militer sarankan pengamanan seluruh kantor polisi diperketat
Baca juga: MPR: Teror Mabes Polri “alarm” keras tingkatkan kewaspadaan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2074870/ketua-komisi-iii-dpr-dukung-polri-terus-mengungkap-jaringan-teroris

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *