oleh

Ketua DPD RI miris aksi terorisme libatkan milenial

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/dokumentasi pribadi

Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat menciptakan narasi herois membela negara.Jakarta (ANTARA) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti miris aksi terorisme melibatkan milenial, seperti aksi penyerangan oleh perempuan muda berinisial ZA di Mabes Polri. LaNyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kejadian itu membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran radikalisme. “Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di Tanah Air. Pasalnya, pelaku teroris merupakan usia milenial yg semestinya masa usia produktif dalam belajar & bekerja,” mengatakan LaNyalla. Wakil rakyat asal Jawa Timur ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati supaya tidak menerima sebaran ajaran paham-paham garis keras. “Buat generasi milenial, saring dahulu informasi & ajaran yg kalian dapat. Pasalnya, mereka akan memengaruhi cara berpikir & bertindak yg dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa,” katanya. Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu memberikan contoh serangan kepada Mabes Polri yg dilakukan ZA.

beincash

Baca juga: Pengamanan Istana Bogor ditingkatkan antisipasi terorisme “Berdasarkan informasi yg saya dapat, ZA belajar dari YouTube mengenai paham-paham radikal, khususnya ISIS, kemudian yg bersangkutan jadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,” tuturnya. Mantan Ketua Umum PSSI ini meminta Kominfo untuk mengerjakan penyaringan kanal-kanal YouTube. Selain itu, juga situs atau media sosial lainnya terkait dengan paham-paham garis keras. “Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yg salah. Informasi yg dihinggakan BIN menyebutkan generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17—24 tahun,” katanya. LaNyalla juga meminta Kominfo, Polri, BIN, & Kementerian Pendidikan untuk lebih gencar memberikan informasi-informasi yg benar terkait dengan terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme dapat diimbangi. “Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat menciptakan narasi herois membela negara, prestasi, & menjaga keluarga atau konten lainnya,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu.

Baca juga: Sahroni tegaskan urgensi pelibatan pemuka agama cegah radikalisme

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2078274/ketua-dpd-ri-miris-aksi-terorisme-libatkan-milenial

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *