oleh

Ketua DPD: Kepala daerah di luar Jawa-Bali waspada lonjakan COVID-19

Slot SimakNews.com – Ketua DPD: Kepala daerah di luar Jawa-Bali waspada lonjakan COVID-19,

Dokumentasi – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattaliti (kanan) mengunjungi klinik di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA/HO-Dokumentasi Ketua DPD RI

Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattaliti meminta kepala daerah di luar wilayah Pulau Jawa & Pulau Bali supaya mewaspadai lonjakan kasus positif COVID-19.

“Setelah beberapa pekan didominasi Pulau Jawa, daerah lain mulai ada kenaikan kasus. Salah satunya, Provinsi Kalimantan Timur dengan 1.749 kasus. Artinya, daerah di luar PPKM pun harus mewaspadai lonjakan kasus positif yg dapat datang tiba-tiba,” mengatakan LaNyalla sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis-nya yg diterima di Jakarta, Rabu.

Terkait itu, LaNyalla mendorong kepala daerah rutin memantau perkembangan kasus positif di daerah masing-masing, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan kalau situasinya memburuk.

“Perlu juga kesiapan berbagai kebutuhan & fasilitas kesehatan yg memadai untuk mencegah kenaikan kasus lebih tinggi lagi. Selain itu, harus ada kebijakan tepat supaya dapat mengendalikan potensi penularan,” ujar LaNyalla.

Langkah-langkah pencegahan itu, salah satunya edukasi cara-cara melindungi diri & keluarga yg diberikan oleh pemerintah daerah ke masyarakat.

Edukasi & pengenalan mengenai protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, & mengurangi mobilitas, penting dilakukan oleh kepala daerah supaya masyarakat makin waspada.

“Masyarakat jangan hingga lengah dengan tetap mengerjakan protokol kesehatan yg ketat supaya penularan tidak semakin meluas,” tutur Ketua DPD RI.

Baca juga: Ketua DPD RI minta pejabat dukung pelaksanaan PPKM darurat

Baca juga: Ketua DPD RI ingatkan buang limbah infeksius COVID-19 secara benar

Dalam keterangan tertulis yg sama, LaNyalla juga menyoroti masalah tingkat keterisian ruang perawatan (BOR) di rumah sakit-rumah sakit luar wilayah Pulau Jawa & Pulau Bali.

Setidaknya ada 14 kabupaten/kota yg ‘BOR’-nya berada di atas 50 persen, bahkan ada beberapa yg mencapai di atas 80 persen.

“Kami mendorong pemerintah daerah supaya menambah tempat isolasi terpusat di wilayah masing-masing. Sebab, tingkat BOR di beberapa provinsi mulai naik,” ucap LaNyalla.

Sejuah ini, ada lebih dari 20 kabupaten/kota di luar wilayah Pulau Jawa & Pulau Bali yg masuk dalam zona merah. Daerah-daerah itu, yaitu Banda Aceh, Aceh Tengah, Bengkulu, Batanghari, Singkawang, Pontianak, Kotawarharap Timur, Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tanjungpinang, Batang, Bintan, Bandar Lampung, Lampung Utara, Pringsewu, Ambon, Ternate, Fak Fak, Kendari, Konawe, Bukittinggi, Padang Pariaman, Lahat, Musi Banyuasin, & Palembang.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan ada 34.379 tambahan kasus dalam 24 jam terakhir sehingga jumlah kasus per 7 Juli 2021 mencapai 2.379.397 orang.

Jumlah pasien yg meninggal dalam 24 jam terakhir juga mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.040 orang. Dengan tambahan itu, total angka kematian per 7 Juli 2021 sebanyak 62.908 orang.

Penambahan kasus positif tertinggi ditemukan di DKI Jakarta sebanyak 9.366 pasien, Jawa Barat 8.591, & Jawa Tengah 3.823 pasien.

Sementara itu, kasus kematian tertinggi ditemukan di Jawa Tengah 480 jiwa, Jawa Timur 155 & DKI Jakarta 142 jiwa.

Baca juga: Ketua DPD ingatkan kepala daerah larang aktivitas berpotensi kerumunan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2254546/ketua-dpd-kepala-daerah-di-luar-jawa-bali-waspada-lonjakan-covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *