oleh

Ketua DPC PPP Lebak respons aksi keprihatinan PKL di Lebak

Slot SimakNews.com – Ketua DPC PPP Lebak respons aksi keprihatinan PKL di Lebak,

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Neng Siti Julaiha memberikan bantuan paket bahan kebutuhan pokok & uang tunai kepada para pedagang kaki lima (PKL) Balong Rancalentah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu. (Mulyana)

Lebak (ANTARA) – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Neng Siti Julaiha memberikan bantuan paket bahan kebutuhan pokok & uang tunai kepada para pedagang kaki lima (PKL) Balong Rancalentah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Bantuan kepada pedagang kaki lima itu diserahkan langsung oleh Neng Siti Julaiha yg juga jadi Ketua DPC PPP Lebak di Sekretariat DPC PPP Lebak. Dia berharap supaya bantuan ini dapat meringankan beban para pedagang kaki lima di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Neneng, upaya yg dilakukan DPC PPP Lebak tersebut sebagai respons atas aksi para PKL Balong Rancalentah yg mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah karena terdampak oleh penerapan kebijakan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Neng Siti Julaiha berharap supaya para pedagang masakan di Balong Rancalentah tetap semangat menjalankan usahanya di tengah penerapan kebijakan PPKM. Dia meminta kepada para pedagang kaki lima itu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumanan, & mencuci tangan guna meminimalisir transmisi COVID-19.

“Pemberlakukan PPKM sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kita berharap supaya pendemi ini segera berakhir sehingga kita dapat mengerjakan aktivitas secara maksimal,” mengatakan Neng Siti Julaiha yg juga jadi Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Banten.

Baca juga: PPP Banten resmi usung Arief di Pilkada Kota Tangerang

Neng menilai untuk memperkuat permodalan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, & menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak, perlu dibentuk wadah seperti koperasi atau kelompok UMKM Kuliner, sehingga ada keterikatan secara organisasi & memudahkan dalam pembinaan.

“Tadi saya mendengar keluhan dari para PKL kurangnya permodalan sehingga banyak yg terjerat rentenir. Oleh sebab itu, saya sarankan untuk membentuk lembaga usaha & yg bagus, misalnya koperasi,” mengatakan dia.

Dalam acara penyerahan paket bantuan kepada pedagang kaki lima tersebut juga dilaksanakan pemaparan materi 4 pilar kebangsaan oleh Muhammad Husen, dosen Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro, Rangkasbitung.

Sementara itu, Iman (47), Pengurus Paguyuban PKL Balong Rancalentah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas perhatian & bantuan dari partai berlambang Ka’bah tersebut.

Baca juga: PPP Banten koalisi dengan PDIP usung Rano

Selain itu, Iman juga meminta bantuan kepada PPP Lebak supaya menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak untuk memberikan keleluasan waktu berjualan hingga dengan pukul 22.00 WIB, sehingga dapat memaksimalkan pendapatan para pedagang.

“Sejak diberlakukannya PPKM, para pedagang PKL masakan diperkenankan berjualan hingga dengan jam 20.00 WIB. Kalau hingga dengan jam delapan, kami baru juga buka, tetapi sudah tutup lagi. Belum juga ada pembeli,” mengatakan Iman.

Menanggapi keluhan itu, Neng Siti Julaiha akan berupaya untuk berkomunikasi dengan Pemda Lebak guna menolong meringankan beban para pelaku usaha masakan supaya tetap dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Para pelaku UMKM ini turut menggerakkan roda perekonomian di Lebak sehingga perlu diperhatikan supaya tetap dapat bertahan di tengah pandemi.” kta Neng.

Baca juga: BPBD Lebak minta warga waspada hujan lebat disertai angin kencang

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2342534/ketua-dpc-ppp-lebak-respons-aksi-keprihatinan-pkl-di-lebak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *