oleh

Kerugian Negara Pengadaan Tanah di Munjul Mencapai Rp 152,5 Miliar – Nasional

Slot SimakNews.com – Kerugian Negara Pengadaan Tanah di Munjul Mencapai Rp 152,5 Miliar – Nasional,

Ilustrasi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto : Ricardo/Slot Informasi Online

jpnn.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta tahun 2019 mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.

“Diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp152,5 miliar,” mengatakan Pelaksana Harian (Plh) Deputi Penindakan & Eksekusi KPK Setyo Budiyanto di gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/5).

Awalnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ) yg bergerak di bidang properti tanah & bangunan mencari tanah di wilayah Jakarta yg akan dijadikan unit bisnis ataupun bank tanah.

Slot info lainnya:
  • 3 Saksi Ini Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Tanah Munjul

Menurut Setyo, salah satu perusahaan yg bekerja sama dengan PDPSJ dalam hal pengadaan tanah di antaranya adalah PT Adonara Propertindo (AP).
“Kegiatan usahanya bergerak di bidang properti tanah & bangunan,” ungkap Setyo.

Dia menamabkan pada 8 April 2019, disepakati dilakukan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yg berlangsung di Kantor PDPSJ antara pihak pembeli yaitu Yoory Corneles dengan pihak penjual yaitu Anja Runtuwene.

Selanjutnya, pada waktu yg sama tersebut juga langsung dilakukan pembayaran 50 persen atau sekitar Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja pada Bank DKI.

Slot info lainnya:
  • Dulu Bermasalah di Kasus Lahan Cengkareng, Rudy Hartono Kini Diperiksa KPK di Tanah Munjul

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran oleh PDPSJ kepada Anja sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang & satu korporasi sebagai tersangka. Ketiga orang itu adalah Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA). Satu korporasi yg ditetapkan sebagai tersangka adalah PT Adonara Propertindo (AP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *