kepsek -
in

Kepsek Baru SMAN 9 Kendari, Didemo Siswa & Alumni, Diduga Sering Cabuli Siswi di SMA Lama

Online – Rekam jejak Aslan, mantan kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Kendari, Sulawesi Tenggara, rupanya direkam & diingat baik-baik oleh publik seantero Kendari.

Hal itu terbukti ketika ia dimutasi jadi Kepala SMA Negeri 9 Kendari sepekan yg lalu. Kehadirannya ditolak oleh para siswa serta alumni karena mereka tak mau dipimpin oleh seorang kepala sekolah (kepsek) yg pernah berbuat cabul kepada murid.

Advertisements

Para murid & alumni berdemo menolak kehadiran Aslan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Tolak Kepsek Cabul” ke sekolah & kemudian turun ke jalan.

Demonstrasi itu berlangsung bersamaan dengan acara serah terima jabatan dari kepsek yg lama, Abdul Rahman kepada Aslan, yg disaksikan oleh para pejabat Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua Ikatan Alumni SMAN 9 Kendari, Riqar Manaba mengatakan, para siswi & alumni takut tabiat buruk Aslan akan kembali memakan korban di sekolah mereka.

“Kalau memang waktu itu dia tidak berbuat cabul, harusnya dia tidak perlu membayar denda adat yg diminta keluarga korban,” mengatakan Riqar, Selasa (13/10/2020).

Menurut Riqar, pembayaran denda adat adalah bukti bahwa pencabulan yg dilakukan Aslan memang benar.

“Tidak ada yg dapat menjamin kalau perbuatan cabulnya tidak akan terulang lagi di sekolah kami tersayang ini,” katanya.

Di dalam halaman SMAN 9 Kendari, Aslan menolak menanggapi aksi demonstrasi para siswa yg menolak keberadaannya sebagai kepala sekolah.

“Nanti dulu lah ya,” katanya kepada wartawan sambil buru-buru pergi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Asrun Lio menyebut kasus dugaan pencabulan yg dilakukan oleh Aslan tidak tercatat dalam rekaman kepegawaian.

Ya, pada 2017 lalu, saat masih menjabat kepsek di SKO Kendari, Aslan diduga mengerjakan pencabulan kepada muridnya di asrama.

Ketika itu kasusnya ramai diberitakan oleh media massa. Bahkan, para siswa SKO Kendari saat itu juga mengerjakan aksi mogok belajar untuk mendesak Aslan keluar dari sekolah mereka.

Menurut para siswa di SKO Kendari kala itu, Aslan diduga sering masuk ke asrama putri pada malam hari & mengajak para siswi kencan ke luar asrama.

Dia bahkan dituding pernah mencabuli siswinya dengan modus mengelap keringat siswinya yg baru selesai olahraga.

Aslan sendiri waktu itu membantah kabar yg beredar. Ia mengaku naik ke asrama putri setelah meminta izin dari penjaga asrama di mana dia kemudian mendapati siswinya belum sempat berpakaian.

Dia juga merasa bahwa mengelap keringat siswi adalah sesuatu yg wajar dilakukan oleh seorang guru laki-laki kepada murid perempuan yg usianya antara 16-18 tahun, & dia juga mengaku sudah membayar denda adat kepada siswi yg diduga sudah dicabulinya.(indozone.id)

Report

What do you think?

375 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0