oleh

Kepala Polresta Pontianak imbau masyarakat jangan pulang kampung

Ilustrasi polisi meminta penumpang bus untuk menjaga jarak saat antre untuk mengikuti uji cepat antigen. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Pontianak (ANTARA) – Kepala Polresta Pontianak Kota, Komisaris Besar Polisi Leo J Triwibowo, mengimbau kepada masyarakat supaya mematuhi imbauan pemerintah, yakni tidak pulang kampung alias mudik Lebaran 2021 sejak 6 hingga 17 Mei dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pada sisi lain, sudah ada laporan-laporan bahwa varian baru virus Korona dari Inggris, Brazil, & India, sudah menyebar secara domestik pada warga yg tidak pernah keluar negeri belakangan ini. Varian baru virus Korona ini lebih cepat menyebar ketimbang “varian lama” yg selama ini dikenal.

“Mari kita bersama-sama mematuhi imbauan pemerintah supaya tahun ini tidak mudik dalam mencegah & memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Pontianak & Kalimantan Barat umumnya,” mengatakan dia, di Pontianak, Rabu.

Baca juga: Putuskan rantai COVID-19, tahan diri untuk tidak mudik

Menurut dia, kalau masyarakat tidak mau mematuhi larangan pulang kampung itu, maka mau mengikuti siapa lagi dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

India jadi contoh tragis kegagalan penanggulangan virus Korona setelah pada akhir tahun lalu dinilai sudah cukup berhasil. Setelah terlena & larut dalam kegembiraan, gelombang kedua Covid-19 yg menimpa mereka terjadi secara sangat mengerikan, virulensinya hingga lebih dari tiga kali lipat ketimbang sebelumnya; tingkat kematian begitu tinggi.

Laporan-laporan media massa luar negeri menyatakan, jenazah-jenazah tergeletak begitu saja di jalan-jalan menuju lokasi-lokasi krematorium. Tabung-tabung oksigen jadi suatu kemewahan bagi keluarga pasien. Sudah banyak peringatan dari para pakar jangan hingga Indonesia jadi serupa India dalam.

Baca juga: Pontianak ingatkan sanksi berat bagi ASN mudik Lebaran

Sebelumnya, Triwibowo menyatakan cuma kendaraan tertentu –di antaranya kendaraan pengangkut kebutuhan pokok & BBM– yg cuma boleh keluar masuk Pontianak pada masa larangan pulang kampung Lebaran 2021 itu berlaku.

“Kami bersama instansi terkait lain juga akan mendirikan pos penjagaan di kawasan Batu Layang dalam menjaga supaya masyarakat tidak mudik Lebaran sesuai aturan pemerintah,” ujarnya. Batu Layang merupakan titik strategis lalu-lintas di Kalimantan Barat, yg jadi persimpangan menuju kawasan utara, timur laut, & barat laut Kalimantan Barat.

Baca juga: H+2 Lebaran : Sejumlah ruas jalan Kota Pontianak macet

Bagi masyarakat yg nekad pulang kampung akan dilarang & disuruh kembali ke rumahnya masing-masing. “Apalagi kalau dari hasil tes usap atau lainnya ada yg positif maka akan dilakukan isolasi dalam mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membenarkan, pemerintah sudah melarang warga pulang kampung pada Lebaran 2021, khususnya ASN & Polri/TNI karena mudah dalam pengawasannya, sementara bagi masyarakat biasa hal sama juga diberlakukan.

Baca juga: Penumpang angkutan udara di Supadio Pontianak turun 15 persen

Di pintu-pintu masuk batas Pontianak, mengatakan dia, akan dilakukan uji cepat antigen bagi mereka yg masuk ke Pontianak. “Pelaksanaan uji cepat antigen ini akan dilakukan secara acak, & akan diintensifkan mulai 6 Mei mendatang,” katanya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2139338/kepala-polresta-pontianak-imbau-masyarakat-jangan-pulang-kampung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *