oleh

Kepala BPIP: Generasi muda diharapkan isi kemerdekaan demi NKRI maju

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi,memberi salam Pancasila usai menyampaikan pidato kunci pada acara “Nasional Is Me: Indonesia Pasti Bisa” di Jakarta, Sabtu (1/5/2021). ANTARA/Genta T Mawangi.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, di Jakarta, Sabtu, menyampaikan asa kepada generasi muda supaya mereka senantiasa mengisi kemerdekaan salah satunya dengan berkiprah sesuai dengan keahlian & bidang masing-masing.

“Dengan demikian, kalau masing-masing anak muda menjalankan tugasnya ikut membangun negeri, maka Indonesia dapat jadi negara maju dalam waktu dekat,” mengatakan dia saat memberi pidato kunci pada acara “Nasional is me: Indonesia Pasti Bisa” di Jakarta, Sabtu.

“Para pemuda hari ini diharapkan sanggup mengembangkan apa yg sudah disumbangkan oleh para pemuda melalui Sumpah Pemuda & Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Jika kita berhasil mengerjakan ini, maka dalam waktu yg sangat dekat, negara Republik Indonesia jadi negara maju, bahkan jadi salah satu teladan di dunia dalam mengatur, khususnya kebhinekaan,” ujar dia.

Menurut dia, ada banyak kegiatan yg dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan menjalankan kewajiban & memanfaatkan hak sebagai warga negara.

Baca juga: PA GMNI: Butuh revitalisasi hukum berdasarkan Pancasila & Bhinneka

“Di sinilah peran adik-adik mahasiswa dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan, beberapa di antaranya dengan memfungsikan, memanfaatkan hak kalian sebagai warga negara yg berhak dipilih & berhak memilih, dengan menyumbangkan yg terbaik yg kalian miliki masing-masing,” mengatakan dia.

“Mungkin ada yg keahliannya olahraga, ada yg ekonomi, ada yg politik, ada yg agama, & seterusnya. Itu diwujudkan dalam sila keempat: Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,” ujar dia.

Lebih lanjut soal sila keempat Pancasila, mengatakan dia, mengatakan “kerakyatan” yg termaktub di dalamnya merupakan pengingat bahwa akan ada banyak kekuatan dapat dihimpun kalau berbagai kelompok masyarakat di Indonesia bersatu.

Baca juga: BPIP rekomendasikan SKB 3 menteri soal seragam sekolah disempurnakan

“Sila keempat ini disimbolkan dengan kepala banteng. Jadi, banteng itu adalah simbol dari hewan yg suka berkumpul, bersatu, sehingga jadi kekuatan yg artinya sebagai bangsa yg besar, kita ini perlu bersatu, saling mendukung, kemudian menyepakati satu keputusan bersama, yg bahasanya itu adalah konsensus, atau musyawarah mufakat,” mengatakan dia.

Menurut dia, sila keempat & sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia” saling terkait.

“Kita ini adalah bangsa yg sangat besar, penuh dengan kemajemukan, pluralitas dari segi suku bangsa, agama, profesi, maka untuk dapat mencapai tujuan (kerakyatan) ini, perlu adanya hikmat kebijaksanaan. Artinya apa? diperlukan juga selain aspek hukum, juga ada kerarifan lokal. Oleh karena itulah, perpaduan hukum & moralitas jadi kekuatan (dalam menjalani kehidupan berbangsa & bernegara),” mengatakan dia.

Baca juga: Permabudhi: Pancasila Harta Paling Berharga Milik Indonesia

Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan generasi muda supaya senantiasa mengamalkan sila-sila dalam Pancasila serta mempelajari sejarah perjuangan kemerdekaan, karena itu akan jadi kekuatan bagi mereka membangun negeri sebagaimana diharapkan para pendiri bangsa.

“(Pancasila) ini kekuatan kita pada hari ini. Oleh karena itu, saya mengimbau generasi muda untuk mengerjakan refleksi, melihat kembali apa yg pernah mereka sumbangkan untuk Republik Indonesia,” mengatakan dia.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2133114/kepala-bpip-generasi-muda-diharapkan-isi-kemerdekaan-demi-nkri-maju

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *