oleh

Kementerian PANRB tetapkan ambang batas SKD CPNS 2021

Slot SimakNews.com – Kementerian PANRB tetapkan ambang batas SKD CPNS 2021,

Dokumentasi peserta mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) formasi CPNS di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Minggu (8/3/2020). ANTARA/Khalis

Penambahan waktu tes 130 menit tidak berlaku bagi pelamar yg mengidap buta warna maupun ‘low vision’.Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar (SKD) pengadaan PNS 2021 dalam Keputusan Menteri PANRB 1023/2021.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Perencanaan & Pengadaan SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat, memandang perlu penetapan standar evaluasi dalam bentuk nilai ambang batas (passing grade) dalam seleksi PNS untuk menjamin terpenuhinya kompetensi dasar setiap pegawai negeri sipil (PNS).

Ia menjelaskan bahwa nilai ambang batas SKD adalah nilai minimal yg harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi calon PNS.

Menurut dia, para pelamar yg mendaftar pada penetapan kebutuhan biasa harus memenuhi ambang batas 65 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK).

Selain itu, pendaftar harus memenuhi 80 untuk tes inteligensi biasa (TIU) & 166 untuk tes karakteristik pribadi (TKP). Ambang batas TKP kali ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan nilai 126.

“Perubahan nilai ambang batas juga dipengaruhi karena pada tahun ini terdapat penambahan butir soal pada TKP yg semula 35 jadi 45 soal,” katanya.

Sementara itu, jumlah soal TWK sama dengan tahun sebelumnya sebanyak 30 soal & TIU 35 soal.

“Jadi, secara nilai mutlaknya, passing grade-nya dinaikkan. Namun, kalau dilihat dari penambahan jumlah 10 butir soal, secara proporsi ada kenaikan tetapi cuma sedikit dibandingkan pada tahun 2019,” mengatakan Ari.

Baca juga: BKN perpanjang pendaftaran CPNS demi buka kesempatan lebih luas

Namun, Ari menerangkan bahwa ketentuan nilai ambang batas ini dikecualikan bagi peserta yg mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus.

Bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat (cum laude) & diaspora, nilai kumulatif SKD paling rendah adalah 311 & nilai TIU paling rendah 85.

Bagi penyandang disabilitas, mengatakan dia, harus mencapai nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dengan TIU paling rendah 60.

Sementara itu, bagi putra/putri Papua & Papua Barat harus mencapai nilai kumulatif paling rendah 286 & TIU paling rendah 60.

Pengecualian lainnya juga diberikan untuk jabatan-jabatan tertentu pada penetapan kebutuhan umum. Pada jabatan dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dokter gigi spesialis, & dokter pendidik klinis, ditetapkan nilai kumulatif SKD paling rendah 311 & nilai TIU paling rendah 80.

Jabatan lain yg diberi dispensasi adalah ABK, rescuer, & pengamat gunung api. Pada jabatan tersebut nilai kumulatif SKD paling rendah 286 & nilai TIU 70.

Terkait dengan pembobotan nilai, dia menjelaskan bahwa materi soal TIU & TWK bobot jawaban benar bernilai 5 & salah/tidak menjawab bernilai 0.

Untuk materi soal TKP, lanjut dia, bobot evaluasi ada lima tingkatan. Untuk jawaban paling sesuai bernilai 5 & paling rendah 1, serta tidak menjawab bernilai 0.

Ari mengatakan bahwa pelaksanaan SKD CPNS 2021 dalam durasi 100 menit. Namun, spesifik bagi pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yg melamar pada kebutuhan spesifik penyandang disabilitas, diberikan durasi waktu tes selama 130 menit.

“Namun, perlu kami hinggakan bahwa penambahan waktu tes 130 menit tidak berlaku bagi pelamar yg mengidap buta warna maupun low vision,” ujar Ari.

Baca juga: Pelamar CASN Tahun 2021 sebanyak 4.030.090 orang

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2297562/kementerian-panrb-tetapkan-ambang-batas-skd-cpns-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *