oleh

Kemenpan RB: Pandemi tak batasi layanan & inovasi di ruang akademi

Slot SimakNews.com

Kemenpan RB: Pandemi tak batasi layanan & inovasi di ruang akademi

,

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa. ANTARA/HO-Kementerian PANRB/aa. (Handout Kementerian PANRB)

Jakarta (ANTARA) – Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa menyebutkan keadaan pandemi COVID-19 tidak membatasi layanan & perkembangan di ruang gerak akademi.

Diah Natalisa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan keterbatasan kegiatan fisik selama pandemi COVID-19 tidak serta merta membatasi ruang gerak pendidikan.

Kemudian layanan & perkembangan tersebut, katanya, tidak cuma pada kegiatan belajar mengajar yg dilakukan secara daring, pengurusan administrasi pun sebaiknya mengpakai teknologi informasi secara optimal.

“Layanan akademik seperti pengurusan kartu mahasiswa & ijazah dengan data mahasiswa yg terintegrasi melalui sistem informasi. Begitu juga layanan perpustakaan supaya dapat diakses oleh mahasiswa darimana pun & kapan pun dapat didukung melalui penyediaan koleksi buku digital & akses jurnal elektronik,” katanya.

Baca juga: Kemenpan RB evaluasi pelayanan Kejaksaan & Kantor Imigrasi

Diah berharap rektor & para pimpinan kampus menciptakan forum konsultasi publik (FKP) sebagai wadah konsultasi, pengaduan, & menampung masukan.

Media konsultasi & pengaduan, katanya, merupakan salah satu cara untuk berinteraksi & menjaring berbagai saran & aspirasi masyarakat yg berguna dalam perbaikan pelayanan.

Menurut Diah, di berbagai instansi pemerintah pada saat pandemi banyak yg membangun aplikasi atau chat spesifik sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan pengguna layanan.

Baca juga: Kemenpan RB: Hasil survei, 75 persen pengguna LAPOR! puas

“Selain itu, layanan kemahasiswaan seperti learning center untuk konseling, konsultasi tutor, & pelatihan keterampilan akademik juga penting untuk dibangun,” ucap Diah.

Kampus, ujar dia, harus memastikan kualitas output dari produk layanan baik daring maupun luar jaringan tetap sesuai standar yg ditetapkan. Hal itu penting dilakukan supaya tidak menimbulkan kekecewaan kepada masyarakat maupun stakeholder.

Situasi terkini pandemi, paparnya, memaksa pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Diah mengajak kampus untuk berkolaborasi memerangi wabah ditambah inovasi-inovasi yg harus tercipta dari ruang akademis.

Baca juga: Kemenpan RB: Teknologi informasi dapat jadi kunci reformasi birokrasi

“Selain penerapan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintah, banyak perkembangan pemerintah yg sudah dilakukan mengatasi akibat pandemi,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2257970/kemenpan-rb-pandemi-tak-batasi-layanan-dan-inovasi-di-ruang-akademi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *