oleh

Kemendagri selesaikan tapal batas di Jambi dengan prinsip kekeluargaan

Slot SimakNews.com – Kemendagri selesaikan tapal batas di Jambi dengan prinsip kekeluargaan,

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Syafrizal ZA. Kementerian Dalam Negeri mengerjakan penyelesaian tiga titik tapal batas dalam wilayah Provinsi Jambi dengan prinsip kooperatif, kerjasama & kekeluargaan. (Antara/HO/Ist)

Jambi (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengerjakan penyelesaian tiga titik tapal batas dalam wilayah Provinsi Jambi dengan prinsip kooperatif, kerja sama, & kekeluargaan.

“Masih ada tapal batas di Jambi yg belum diselesaikan, maka akan kita selesaikan dengan azas kooperatif, kerja sama, & kekeluargaan,” mengatakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Syafrizal ZA di Jambi, Jum’at.

Terdapat tiga titik tatap batas di Provinsi Jambi yg hingga saat ini belum terselesaikan, yakni batas Kabupaten Tanjab Timur dengan Kabupaten Muaro Jambi, batas Kabupaten Muaro Jambi dengan Kabupaten Batanghari, & batas Kabupaten Tanjab Barat dengan Kabupaten Tanjab Timur.

Baca juga: Kemendagri siapkan cetak biru indikator ketahanan pemda soal bencana

Penyelesaian tiga titik tapal batas tersebut terkendala oleh pemerintah daerah yg masih mempertahankan garis batas wilayahnya masing-masing sehingga harus dilakukan penegasan batas. Dengan begitu belum ditemukan titik temu terkait dengan garis wilayah antarkabupaten yg berbatasan.

Syafrizal menjelaskan jadi tugas Kemendagri untuk memfasilitasi penegasan garis wilayah tersebut melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri berdasarkan pesan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Ada garis batas yg belum ditegaskan, apakah berdasarkan peta RBI maupun pakai garis yg lain, maka akan ditegaskan & ditelusuri di lapangan dengan memedomani peta & garis yg sudah ada & diselesaikan bersama dengan bupati yg bersangkutan,” mengatakan Syafrizal.

Baca juga: Kemendagri dorong camat bumikan Pancasila lewat media sosial

Kemendagri menargetkan penyelesaian tapal batas di wilayah Provinsi Jambi tersebut hingga akhir tahun 2021. Jika tapal batas tersebut belum terselesaikan maka akan berdampak kepada penyelesaian tata ruang di daerah. Jika tata ruang di daerah tidak diselesaikan maka akan berdampak kepada perizinan di daerah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, dan/atau Hak Atas Tanah harus diselesaikan pada tahun 2021.

Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri: Tantangan Pemilu 2024 sangat besar

“Dalam satu dua pekan ini kita akan lakukan koordinasi dengan kepala daerah bersangkutan, targetnya hingga akhir tahun 2021 ini selesai 100 persen,” mengatakan Syafrizal.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jambi sudah meminta Kemendagri untuk menerbitkan Permendagri batas wilayah antara Kabupaten Tebo dengan Bungo & batas wilayah Kabupaten Tebo dengan Batanghari yg sudah disepakati oleh masing-masing daerah yg berbatasan.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2370090/kemendagri-selesaikan-tapal-batas-di-jambi-dengan-prinsip-kekeluargaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *